<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
	<channel>
		<title>NewsPortal</title>
		<link>http://newstribune.ucoz.net/</link>
		<description></description>
		<lastBuildDate>Wed, 11 Feb 2009 18:56:29 GMT</lastBuildDate>
		<generator>uCoz Web-Service</generator>
		<atom:link href="https://newstribune.ucoz.net/news/rss" rel="self" type="application/rss+xml" />
		
		<item>
			<title>Nasabah Lokal Tertipu Rayuan Bank Asing</title>
			<description>Jakarta, Banyaknya korban yang tertipu diakibatkan transaksi derivatif juga karena pengusaha lokal tidak memiliki latar belakang ahli keuangan internasional. mereka ini hanya pengusaha yang banyak berdomisili di daerah.

Ungkapan ini disampaikan Presiden Indonesia Law Society Hotman Paris Hutapea, saat jumpa pers, di kantor Hotman Paris, Selasa( 10/2 ).

Banyaknya korban yang jatuh karena mereka kurang pengetahuan soal keuangan internasional, kemudian menjadi korban Derivatif yang sudah mencapai jutaan dolar, tambah Hotman.
Hotman menuturkan dalam beberapa waktu terakhir, pihaknya mendapat pul...</description>
			<content:encoded>Jakarta, Banyaknya korban yang tertipu diakibatkan transaksi derivatif juga karena pengusaha lokal tidak memiliki latar belakang ahli keuangan internasional. mereka ini hanya pengusaha yang banyak berdomisili di daerah.

Ungkapan ini disampaikan Presiden Indonesia Law Society Hotman Paris Hutapea, saat jumpa pers, di kantor Hotman Paris, Selasa( 10/2 ).

Banyaknya korban yang jatuh karena mereka kurang pengetahuan soal keuangan internasional, kemudian menjadi korban Derivatif yang sudah mencapai jutaan dolar, tambah Hotman.
Hotman menuturkan dalam beberapa waktu terakhir, pihaknya mendapat puluhan klien korban transaksi derivatif. Kliennya mengeluhkan transaksi derivatif dengan cabang bank asing yang memakai berbagai formula yang rumit dan tidak dipahami.

Padahal, tujuan utama transaksi derivatif awalnya adalah untuk transaksi kontrak lindung nilai kurs valuta asing dari fluktuasi nilai tukar (hedging). Namun, hal ini justru menjadi peluang bagi sejumlah bank untuk memainkan transaksi tersebut dengan tujuan spekulasi.

Menurut Hotman, kontrak dalam transaksi itu tidak menunjukkan keseimbangan antara pihak yang bertransaksi.

&quot;Pengusaha-pengusaha ini tidak sadar sudah menandatangani kontrak derivatif yang pada waktunya merupakan bom kehancuran karena kalah dan harus membayar bank dalam junlah besar,&quot; ujarnya. Sebelumnya, sejumlah pengusaha telah mengajukan surat kepada Bank Indonesia (BI) terkait masalah ini. Namun, karena tidak mendapat tanggapan dari BI, pengusaha yang menjadi korban transaksi derivatif ini akan menempuh jalur hukum dan menggugat bank yang dinilai sewenang-wenang dalam pembuatan kontrak derivatif.</content:encoded>
			<link>https://newstribune.ucoz.net/news/2009-02-11-95</link>
			<category>Ekonomi dan Bisnis</category>
			<dc:creator>newstribune</dc:creator>
			<guid>https://newstribune.ucoz.net/news/2009-02-11-95</guid>
			<pubDate>Wed, 11 Feb 2009 18:56:29 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Baliho Bergambar SBY Diturunkan</title>
			<description>&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;font color=&quot;#ff4500&quot;&gt;&lt;br&gt;Tangerang,&lt;/font&gt;&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Arial;&quot;&gt;Panwaslu
Kota Tangerang membantah penertiban atribut caleg maupun Parpol yang
dilakukannya, pilih kasih. Sebagai Bukti, Panwaslu menurunkan baliho
caleg dari partai Demokrat bergambar Susilo Bambang Yudhoyono yang
terpasang di Pinggir Jalan Suryadharma karena ukurannya dinilai tidak
sesuai ketentuan.&lt;/span&gt; 

&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; &lt;w:WordDocument&gt; &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt; &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt; &lt;w:PunctuationKerning/&gt; &lt;w:ValidateAgainstSc...</description>
			<content:encoded>&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;font color=&quot;#ff4500&quot;&gt;&lt;br&gt;Tangerang,&lt;/font&gt;&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Arial;&quot;&gt;Panwaslu
Kota Tangerang membantah penertiban atribut caleg maupun Parpol yang
dilakukannya, pilih kasih. Sebagai Bukti, Panwaslu menurunkan baliho
caleg dari partai Demokrat bergambar Susilo Bambang Yudhoyono yang
terpasang di Pinggir Jalan Suryadharma karena ukurannya dinilai tidak
sesuai ketentuan.&lt;/span&gt; 

&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; &lt;w:WordDocument&gt; &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt; &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt; &lt;w:PunctuationKerning/&gt; &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt; &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt; &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt; &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt; &lt;w:Compatibility&gt; &lt;w:BreakWrappedTables/&gt; &lt;w:SnapToGridInCell/&gt; &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt; &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt; &lt;w:DontGrowAutofit/&gt; &lt;/w:Compatibility&gt; &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt; &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; &lt;w:LatentStyles DefLockedState=&quot;false&quot; LatentStyleCount=&quot;156&quot;&gt; &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid=&quot;clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D&quot; id=ieooui&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1&amp;#92;:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt; &lt;!-- /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:&quot;&quot;; margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:&quot;Times New Roman&quot;; mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;} @page Section1 {size:612.0pt 792.0pt; margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} --&gt; &lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt; /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-parent:&quot;&quot;; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:&quot;Times New Roman&quot;; mso-ansi-language:#0400; mso-fareast-language:#0400; mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Arial;&quot;&gt;Hal
ini ditegaskan Ketua Panwaslu Kota Tangerang, Syafril Elain, Jumat
(6/2) sore, usai penertiban dan pencopotan atribut caleg dan partai di
Jalan Suryadharma, Neglasari, Kota Tangerang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Arial;&quot;&gt;Pihak
panwaslu mempersilahkan jika ada pihak-pihak yang kecewa dan ingin
memperkarakan dalam tataran hukum. Selama ini, kata Syafril,
aturandalam pentunjuk teknis tentang pelaksanaan kampanye yang
dilontarkan KPU Kota Tangerang sudah jelas. Ukuran atribut dalam
berbagai bentuk dan pola kampanye juga sudah diatur.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Arial;&quot;&gt;&quot;Kami
justru khawatir jika masyarakat kemudian menyatakan kami di panwaslu
tidak dapat berbuat apa-apa. Karena, selam aini sudah ada penilaian dan
kecaman dari masyarakat bahwa pemandangan kota menjadi kotor, karena
semrawutnya atribut caleg dan partai di jalan-jalan utama atau
protokol. Petunjuk teknis yang dibuat dan sudah dilontarkan itu juga
berisi tentang penempatan posisi atribut,&quot; kata Syafril. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Arial;&quot;&gt;Atribut
kampanye caleg dan partai Demokrat bergambar Susilo Bambang Yudhoyono
di pinggir Jalan Suryadharma, Neglasari, Jum&apos;at (06/02) dicopot karena
sudah menyalahi dua aturan petunjuk teknis, yaitu ukuran yang terlalu
besar dan pemasangan di jalan protokol. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Arial;&quot;&gt;&quot;Baliho
atau spanduk ini ukurannya 10x20 m. Jelas ini sudah menyalahi aturan
yang ditetapkan, yaitu maksimal 3x4,5 m. Selain itu, pemasangan di sisi
ruas jalan protokol,&quot; kata Syafril.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Arial;&quot;&gt;Pihak
panwaslu sebelum melakukan penertiban sudah memberikan pemberitahuan
kepada pihak perwakilan caleg, partai, maupun tim suksesnya. Namun,
dengan batas waktu tidak lebih dari tujuh hari dan belum dilakukan
pencopotan, maka panwaslu melakukan penertiban. Selama ini, menurut
Syafril, penertiban dilaksanakan bersama pihak panwaslu tingkat
kecamatan dan dibantu oleh petugas Satpol PP. Bantuan juga ada dari sub
dinas pertamanan dan tata kota.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Arial;&quot;&gt;Penurunan
baliho tersebut mendapatkan reaksi keras pengurus DPC Partai Demokrat
(PD) Kota Tangerang yang langsung mengecek ke lokasi penurunan. “Kita
tidak akan tinggal diam. Aturan itu sepihak. Seharusnya partai
dilibatkan ketika membuat aturan dan menjadi subjek, jangan hanya
dijadikan objek. Karena, kampanye dan pemilu ini juga harus
mengakomodir kebutuhan partai. Kita minta tinjau ulang aturan
tersebut,” kata Herry Rumawatine, Ketua DPC PD Kota Tangerang geram di
lokasi kejadian. “Saya sudah hubungi Imron Khamami (Ketua KPU Kota
Tangerang, red) soal revisi aturan ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Arial;&quot;&gt;Atas
penurunan baliho tersebut, DPC PD berencana melakukan gugatan terhadap
Panwaslu. “Kita mengalami kerugian materil.. Karena baliho itu harganya
mahal. Kita akan gugat dan tuntut Panwaslu. Dan kita akan minta ganti
rugi ke Panwaslu karena balihonya dibuat rusak,” ungkap Jhon Alfred
Nikijuluw, Ketua Organisasi Keanggotaan dan Kaderisasi (OKK) DPC PD
Kota Tangerang yang juga datang ke lokasi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Arial;&quot;&gt;Terkait
petunjuk teknis, yang kemudian disesuaikan dengan aturan di
masing-masing daerah, maka di Kota Tangerang ada larangan memasang
atribut partai maupun caleg dalam bentuk apapun di 19 jalan protokol,
seperti di Jalan Sudirman dan Thamrin. Dilarang juga memasang atribut
caleg maupun partai di sekitar area gedung pemerintahan, lembaga
pendidikan swasta maupun negeri, dan tempat ibadah. Sampai saat ini
sejak penertiban dilaksanakan pada November 2008 sudah terkumpul 870
atribut partai dan caleg berupa spanduk, baliho, dan poster. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content:encoded>
			<link>https://newstribune.ucoz.net/news/2009-02-08-92</link>
			<category>Dalam Negeri</category>
			<dc:creator>newstribune</dc:creator>
			<guid>https://newstribune.ucoz.net/news/2009-02-08-92</guid>
			<pubDate>Sun, 08 Feb 2009 03:41:37 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Keputusan Dadakan Jadi Tradisi Indonesia</title>
			<description>&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;font color=&quot;#ff0000&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br&gt;Jakarta&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Arial;&quot;&gt;, Pemilu
2009 yang tinggal 60 hari lagi, namun keputusan Perppu belum kelar.
Rupanya hal ini sudah menjadi tradisi bagi bangsa Indonesia yang selalu
memutuskan sesuatu yang sangat mendadak. Persis sebagaimana keputusan
hukum pada pemilu 2004 lalu. Tapi, keputusan itu dapat dilaksanakan
dengan baik, disebabkan faktor partisipasi politik masyarakat yang
relatif tinggi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=...</description>
			<content:encoded>&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;font color=&quot;#ff0000&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br&gt;Jakarta&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Arial;&quot;&gt;, Pemilu
2009 yang tinggal 60 hari lagi, namun keputusan Perppu belum kelar.
Rupanya hal ini sudah menjadi tradisi bagi bangsa Indonesia yang selalu
memutuskan sesuatu yang sangat mendadak. Persis sebagaimana keputusan
hukum pada pemilu 2004 lalu. Tapi, keputusan itu dapat dilaksanakan
dengan baik, disebabkan faktor partisipasi politik masyarakat yang
relatif tinggi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt; 

&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; &lt;w:WordDocument&gt; &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt; &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt; &lt;w:PunctuationKerning/&gt; &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt; &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt; &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt; &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt; &lt;w:Compatibility&gt; &lt;w:BreakWrappedTables/&gt; &lt;w:SnapToGridInCell/&gt; &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt; &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt; &lt;w:DontGrowAutofit/&gt; &lt;/w:Compatibility&gt; &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt; &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; &lt;w:LatentStyles DefLockedState=&quot;false&quot; LatentStyleCount=&quot;156&quot;&gt; &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt; &lt;!-- /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:&quot;&quot;; margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:&quot;Times New Roman&quot;; mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;} @page Section1 {size:612.0pt 792.0pt; margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} --&gt; &lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt; /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-parent:&quot;&quot;; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:&quot;Times New Roman&quot;; mso-ansi-language:#0400; mso-fareast-language:#0400; mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt; &lt;/div&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Arial;&quot;&gt;Hal
ini bisa disamakan dengan negara-negara semacam Amerika, dimana
memiliki partisipasi politik yang kurang dari 60% tapi Indobesia bahkan
lebih dari itu hingga mencapai 90%, sehingga kehadiran perpu sangat
efektif disosialisasikan KPU, mengingat KPU punya banyak jaringan baik
di pusat sampai ke pedesaan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt; &lt;/div&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Arial;&quot;&gt;Demikian
dikatakan Sidratahta Muktar M.Si, Pengamat Politik, juga Dosen Ilmu
Politik dan Pemerintahan Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) kepada
Indowarta di kampusnya, Jum’at (6/2).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt; &lt;/div&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Arial;&quot;&gt;Lebih
lanjut Sidra mengatakan, perpu ini seharusnya didukung sepenuhnya agar
pemilu yang walaupun sudah diambang pintu ini bisa terselenggara. “
yang rumit pada persoalan pemilu itu letaknya pada pendanaan utamanya
bantuan asing yang harus secepatnya dibicarakan”, imbuhnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt; &lt;/div&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Arial;&quot;&gt;Pengamat
politik PTIK ini menilai bahwa KPU tidak bisa menerima kritik. Sangat
disayangkan bila lembaga ini tidak mau, pasalnya lembaga ini bila
dihujat masyarakat, pasti mencari jalan untuk berlindung dibalik
pemerintah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt; &lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Arial;&quot;&gt;“Tampak intervensi pemerintah sangat kuat pada KPU priode sekarang akibat ada kepentingan”, tegas Sidra.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content:encoded>
			<link>https://newstribune.ucoz.net/news/2009-02-08-91</link>
			<category>Dalam Negeri</category>
			<dc:creator>newstribune</dc:creator>
			<guid>https://newstribune.ucoz.net/news/2009-02-08-91</guid>
			<pubDate>Sun, 08 Feb 2009 03:40:28 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Pemasangan Atribut Caleg Parpol Semrawut</title>
			<description>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;font color=&quot;#ff4500&quot;&gt;&lt;b&gt;Magetan, &lt;/b&gt;&lt;/font&gt;Sungguh
ironis masa kampanye sudah berjalan sejak beberapa bulan, namun sampai
hari ini aturan tentang lokasi pemasangan alat peraga belum juga
ditetapkan oleh KPUD Magetan. Akibatnya, banyak sekali pemasangan yang
tidak sesuai dengan Peraturan KPU Nomor 19 Tahun 2008 sehingga
mengganggu pemandangan Kota. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; 

&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; &lt;w:WordDocument&gt; &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt; &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt; &lt;w:PunctuationKerning/&gt; &lt;w:ValidateAgainstSchema...</description>
			<content:encoded>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;font color=&quot;#ff4500&quot;&gt;&lt;b&gt;Magetan, &lt;/b&gt;&lt;/font&gt;Sungguh
ironis masa kampanye sudah berjalan sejak beberapa bulan, namun sampai
hari ini aturan tentang lokasi pemasangan alat peraga belum juga
ditetapkan oleh KPUD Magetan. Akibatnya, banyak sekali pemasangan yang
tidak sesuai dengan Peraturan KPU Nomor 19 Tahun 2008 sehingga
mengganggu pemandangan Kota. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; 

&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; &lt;w:WordDocument&gt; &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt; &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt; &lt;w:PunctuationKerning/&gt; &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt; &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt; &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt; &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt; &lt;w:Compatibility&gt; &lt;w:BreakWrappedTables/&gt; &lt;w:SnapToGridInCell/&gt; &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt; &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt; &lt;w:DontGrowAutofit/&gt; &lt;/w:Compatibility&gt; &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt; &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; &lt;w:LatentStyles DefLockedState=&quot;false&quot; LatentStyleCount=&quot;156&quot;&gt; &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt; &lt;!-- /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:&quot;&quot;; margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:&quot;Times New Roman&quot;; mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;} @page Section1 {size:612.0pt 792.0pt; margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} --&gt; &lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt; /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-parent:&quot;&quot;; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:&quot;Times New Roman&quot;; mso-ansi-language:#0400; mso-fareast-language:#0400; mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Arial;&quot;&gt;Ini
karena hasil pertemuan antara KPU dan Pemkab 14 Januari 2009 &amp;nbsp;yang lalu
belum juga ada hasilnya. Pemkab Magetan sendiri dalam hal ini Dwi
Jantoro, Kasat Pol PP Pemkab Magetan merasa kebingungan karena untuk
menertibkan belum ada dasar hukumnya. Padahal Pemkab telah menyampaikan
tempat-tempat yang tidak boleh dipasang alat peraga kampanye kepada KPU
sudah lama.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Arial;&quot;&gt;Saat
dikonfirmasi Agus Suprihatin, Divisi Kampanye, Penyelesaian Konflik,
dan Persiapan Pemilu hanya menjawab, &quot;Belum masih digodok&quot;. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Arial;&quot;&gt;Lambatnya kinerja KPUD Magetan telah menimbulkan kebingungan Parpol dan pihak Aparat Ketertiban.&lt;/span&gt;</content:encoded>
			<link>https://newstribune.ucoz.net/news/2009-02-08-90</link>
			<category>Dalam Negeri</category>
			<dc:creator>newstribune</dc:creator>
			<guid>https://newstribune.ucoz.net/news/2009-02-08-90</guid>
			<pubDate>Sun, 08 Feb 2009 03:36:15 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Keamanan Aceh Dan Pemantau Asing Pada Pemilu 2009</title>
			<description>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 9pt; font-family: Arial;&quot;&gt;*&lt;i&gt; Oleh Toni P.&lt;/i&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 9pt; font-family: Arial;&quot;&gt;Perkembangan
kontemporer di Aceh sekarang ini diwarnai dengan semakin carut marutnya
situasi dan kondisi Kamtibmas di Provinsi yang menerapkan syariat Islam
ini, sebab setidaknya ada beberapa kasus yang sangat memilukan hati dan
martabat manusia terjadi di daerah yang pernah mengalami konflik selama
30 tahun lebih ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; 

&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; &lt;w:Wo...</description>
			<content:encoded>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 9pt; font-family: Arial;&quot;&gt;*&lt;i&gt; Oleh Toni P.&lt;/i&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 9pt; font-family: Arial;&quot;&gt;Perkembangan
kontemporer di Aceh sekarang ini diwarnai dengan semakin carut marutnya
situasi dan kondisi Kamtibmas di Provinsi yang menerapkan syariat Islam
ini, sebab setidaknya ada beberapa kasus yang sangat memilukan hati dan
martabat manusia terjadi di daerah yang pernah mengalami konflik selama
30 tahun lebih ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; 

&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; &lt;w:WordDocument&gt; &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt; &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt; &lt;w:PunctuationKerning/&gt; &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt; &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt; &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt; &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt; &lt;w:Compatibility&gt; &lt;w:BreakWrappedTables/&gt; &lt;w:SnapToGridInCell/&gt; &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt; &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt; &lt;w:DontGrowAutofit/&gt; &lt;/w:Compatibility&gt; &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt; &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; &lt;w:LatentStyles DefLockedState=&quot;false&quot; LatentStyleCount=&quot;156&quot;&gt; &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid=&quot;clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D&quot; id=ieooui&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1&amp;#92;:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt; &lt;!-- /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:&quot;&quot;; margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:&quot;Times New Roman&quot;; mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;} @page Section1 {size:612.0pt 792.0pt; margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} --&gt; &lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt; /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-parent:&quot;&quot;; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:&quot;Times New Roman&quot;; mso-ansi-language:#0400; mso-fareast-language:#0400; mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 9pt; font-family: Arial;&quot;&gt;Peristiwa-peristiwa
&quot;tragis&quot; itu antara lain pemerkosaan terhadap salah seorang anak mantan
anggota front anti separatis di Bener Meriah setelah pulang mengaji,
penembakan terhadap M Nur (anggota KPA Sagoe Lampanah) di Kajhu Aceh
Besar, penembakan terhadap Dedi Novandi alias Abu Karim (Sekretaris
Partai Aceh Kabupaten Bireuen) yang tewas di TKP ketika hendak
memarkirkan mobilnya dirumahnya, adalah contoh-contoh mulai maraknya
aksi teror dan vandalisme politik di Aceh menjelang Pemilu 2009,
sehingga menuntut jajaran aparat Polda NAD kerja keras untuk
mengungkapkan aktor intelektualnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 9pt; font-family: Arial;&quot;&gt;Sementara
itu, kejadian-kejadian kriminal lainnya seperti pelemparan granat ke
kantor partai politik lokal dan partai politik nasional, perusakan
baliho ataupun atribut serta bendera partai, aksi-aksi grafiti merusak
alat peraga lawan politiknya sudah tidak dapat dihitung jumlahnya,
karena hampir setiap hari terjadi di Aceh. Keberadaan Panwaslu dan KIP
seakan-akan dibuat mandul, apalagi belum semua Kecamatan ada
Panwaslihnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 9pt; font-family: Arial;&quot;&gt;Oleh
karena itu, tidak mengherankan jika sejumlah NGO mengadakan jumpa pers
tanggal 6 Februari 2009 di Kantor Kontras Aceh, Jl. Mujur No. 98 A Desa
Lamlagang, Banda Aceh, yang dihadiri antara lain perwakilan NGO antara
lain LBH Banda Aceh, Koalisi NGO HAM, Gerak, AJMI, ACSTF, Aceh
Institute, Lakaspia, Imparsial menyikapi kondisi keamanan terkini di
Aceh dengan tema “Gubernur dan Polisi Segera Ambil Alih Kendali
Keamanan di Aceh” yang dihadiri oleh Faisal Hadi (Koalisi NGO HAM),
Askhalani (Gerak Aceh), Aryos Nivada (ACSTF), Hendra fadli (Kontras
Aceh), Hospinovizal Sabri (LBH Banda Aceh), Swandu (Omparsial), Khairil
(Lakaspia), Lukman Age (Aceh Institute), Hendra Budian (AJMI) dan
beberapa wartawan dari media cetak dan elektronik.. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 9pt; font-family: Arial;&quot;&gt;Pada
jumpa pers tersebut membahas masalah dan kondisi kekerasan yang terus
berlanjut di Aceh dikarenakan lemahnya kinerja kepolisian dalam
mengungkap kasus-kasus yang terjadi sebelumnya baik pelaku, pola maupun
motif tindakan kekerasan. Wewenang pengelola keamanan antara TNI dan
Polri memberi ruang bagi efisiensi penjagaan keamanan di Aceh. pihak
TNI lebih terkesan mendominasi politik ruang-ruang keamanan menjelang
pemilu 2009. Dalam salah satu media lokal di Aceh, Kolonel Inf. Eko
Wiratmoko (Danrem 011 Lilawangsa) menyatakan bahwa TNI akan menyebar
sekitar 5.000 pasukan hingga ke desa - desa untuk membantu polisi dalam
mengamankan pemilu tahun 2009. Mekanisme perbantuan TNI kepada Polri
harus melalui keputusan politik pusat karena melibatkan personil
angkatan bersenjata (TNI). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 9pt; font-family: Arial;&quot;&gt;Keberadaan
parlok pada pemilu 2009 di Aceh harus dilihat sebagai pelajaran
berharga dalam tradisi berdemokrasi di Indonesia bukan dianggap sebagai
sebuah ancaman. Pengalaman pilkada tahun 2006 telah memperlihatkan
kedewasaan berpolitik masyarakat Aceh sehingga tidak dibutuhkan
pengamanan yang berlebihan. Akan tetapi untuk meningkatkan
akuntabilitas proses pemilu maka diperlukan pemantau asing di Aceh. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 9pt; font-family: Arial;&quot;&gt;Dari
pembahasan di atas menyatakan sikap, sbb : pertama, kepada Kapolri
untuk segera meningkatkan performance personelnya di Aceh. kepolisian
harunsnya menjadi garda terdepan penegakan hukum. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 9pt; font-family: Arial;&quot;&gt;Kedua,
netralitas TNI dalam pemilu 2009 sering dinodai oleh
pernyataan-pernyataan berbau politik oleh pejabat TNI. Hal ini jelas
berada diluar koridor UU TNI dan UU pertahanan serta tidak sejalan
dengan statemen Panglima TNI mengenai nettalitas TNI dalam pemilu 2009.
Untuk itu kepada Panglima TNI dan Menteri Pertahanan agar segera
mengevaluasi pasukan di Aceh. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 9pt; font-family: Arial;&quot;&gt;Ketiga,
kepada Gubernur NAD untuk segera melakukan respon cepat terhadap
semakin buruknyaa kondisi keamanan di Aceh sesuai dengan UUPA pasal 204
(3) dan (4) bahwa dalam keadaan damai maka Pemerintah Aceh memegang
kendali keamanan teritorial. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 9pt; font-family: Arial;&quot;&gt;Keempat,
kepada Pemerintah Provinsi NAD, parlok dan segenap masyarakat aceh
untuk bahu membahu menjaga perdamaian di Aceh. kontestasi menjelang
pemilu boleh saja namun menjaga perdamaian adalah kepentingan yang
lebih besar bagi kemanusiaan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 9pt; font-family: Arial;&quot;&gt;Kelima, meminta Presiden RI untuk segera mengundang pemantau asing untuk terlibat dalam pemantauan pemilu di Aceh.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 9pt; font-family: Arial;&quot;&gt;Perlukah Pemantau Asing ?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 9pt; font-family: Arial;&quot;&gt;Yang
mengherankan dari jumpa pers yang dilakukan kalangan NGO tersebut
adalah mengapa mereka menuntut adanya pemantau asing di Aceh pada
Pemilu 2009, dimana hal yang senada juga sering diungkapkan Gubernur,
Wakil Gubernur NAD termasuk terakhir Jhon Penny (Ketua UE di Banda
Aceh), padahal ketika pelaksanaan Pilkada 2006 yang lalu lancar
tidaknya bukan karena kehadiran pemantau asing, melainkan karena
kedewasaan berpolitik masyarakat yang semakin matang baik karena
demokratisasi maupun matang karena belajar dari konflik yang
berlarut-larut, dimana hal ini juga diakui oleh kalangan NGO tersebut.&apos;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 9pt; font-family: Arial;&quot;&gt;Sebenarnya
kehadiran pemantau asing dalam sebuah momen demokrasi adalah wajar dan
sah-sah saja, tapi untuk situasi kondisi Aceh kontemporer saat ini,
maka untuk Pemilu 2009 tidak perlu ada pemantau asing dimanapun juga
diwilayah Indonesia, sebab bagaimanapun kehadiran pemantau asing dalam
Pemilu disuatu negara jelas memiliki agenda politik, walaupun Uni Eropa
menyatakan akan memantau langsung bukan dengan cara membayar NGO
tertentu untuk memantaunya, namun perlu diucapkan terima kasih bahwa
Pemilu 2009 di Indonesia pada umumnya dan Aceh pada khususnya tidak
perlu ada pemantau asing.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 9pt; font-family: Arial;&quot;&gt;Hal
ini disebabkan karena hasil pemantauan pemantau asing dalam Pilkada
2006 ternyata juga tidak valid, buktinya mereka melihat Pilkada 2006
berjalan dengan aman dan lancar, namun sejatinya banyak diwarnai
intimidasi dan kecurangan politik lainnya, termasuk karena waktu itu
rule of law yang tidak maksimal dilakukan, buktinya kasus pembakaran
bus rombongan salah satu Cagub waktu itu yang dibakar di Bireuen,
sampai saat ini masih adem ayem berada di &quot;kotak pandora&quot;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 9pt; font-family: Arial;&quot;&gt;Penulis
sendiri yakin walaupun pemantau asing tidak hadir secara fisik di Aceh,
namun mereka tetap akan memantau Pemilu 2009 di Aceh dan Indonesia
dengan berbagai cara baik melalui &quot;networknya&quot; yaitu kalangan NGO yang
selama ini bekerjasama dengan mereka, (karena banyak kegiatan NGO yang
dilakukan atas biaya atau sponsor NGO asing seperti salah satu NGO dari
Jerman, Canada maupun negara lainnya&amp;nbsp; yang terjadi di Aceh Barat, Nagan
Raya dll), melalui perwakilan mereka di Indonesia dan Aceh sampai
melalui kajian/pantauan berita dan artikel di media massa baik cetak,
elektronik maupun situs berita/web.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 9pt; font-family: Arial;&quot;&gt;Bagaimanapun
juga lancar tidaknya Pemilu 2009 di Aceh akan ditentukan oleh
masyarakat Aceh, dengan sikap politik yang dewasa dari masyarakat Aceh,
hilangnya intimidasi, teror, black campaign, kampanye door to door yang
mencatat nama-nama penduduk di daerah pedalaman yang dipaksa memilih
salah satu parlok tidak terjadi lagi, tentu Pemilu akan lancar karena
sejatinya walaupun secara text book thingking sudah dapat dikatakan ada
demokratisasi di Aceh, namun sejatinya belum ada demokratisasi di Aceh
menurut takaran demokrasi yang sebenarnya. Untuk itu adalah wajar jika
ada pengamanan Pemilu di Aceh lebih ekstra dari daerah lainnya, karena
sebab itu serta sebab yang lainnya antara lain masih ada &quot;ancaman
terselubung di Aceh&quot; masa depan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 9pt; font-family: Arial;&quot;&gt;*) Penulis adalah pemerhati masalah kekinian dan strategis Indonesia dan Aceh&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content:encoded>
			<link>https://newstribune.ucoz.net/news/2009-02-07-89</link>
			<category>Dalam Negeri</category>
			<dc:creator>newstribune</dc:creator>
			<guid>https://newstribune.ucoz.net/news/2009-02-07-89</guid>
			<pubDate>Sat, 07 Feb 2009 01:18:25 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Tragedi Sumut, Akbar Sesalkan Kurangnya Pengamanan Polisi</title>
			<description>&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;font color=&quot;#ff4500&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;http://indowarta.com/images/stories/akbar%20tandjung%204%20des.jpg&quot; align=&quot;left&quot; border=&quot;0&quot;&gt;Jakarta&lt;/b&gt;&lt;/font&gt; - &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Arial;&quot;&gt;Sikap
anarkisme massa yang berbuntut tewasnya Ketua DPRD Sumut&amp;nbsp; Aziz Angkat
telah merusak demokrasi yang sedang dibangun bangsa Indonesia. Demikian
dikatakan mantan Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tanjung diskusi
“Menguji Kesungguhan Capres dan Cawapres 2009” di DPD, Rabu (4/2).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;jus...</description>
			<content:encoded>&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;font color=&quot;#ff4500&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;http://indowarta.com/images/stories/akbar%20tandjung%204%20des.jpg&quot; align=&quot;left&quot; border=&quot;0&quot;&gt;Jakarta&lt;/b&gt;&lt;/font&gt; - &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Arial;&quot;&gt;Sikap
anarkisme massa yang berbuntut tewasnya Ketua DPRD Sumut&amp;nbsp; Aziz Angkat
telah merusak demokrasi yang sedang dibangun bangsa Indonesia. Demikian
dikatakan mantan Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tanjung diskusi
“Menguji Kesungguhan Capres dan Cawapres 2009” di DPD, Rabu (4/2).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt; 

 &lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Arial;&quot;&gt;”Saya
menyesalkan aparat kepolisian yang tidak melakukan uapaya apapun
mencegah terjadinya peristiwa tersebut. Kita lihat bagaimana aparat
kepolisian hanya bisa menonton. Padahal kan aparat itu paling tidak
bisa mengeluarkan senjata dan menembakkan tembakkan peringatan. &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Arial;&quot;&gt;Polisi pun terkesan tidak mengantisipasi jumlah demonstran yang jumlahnya ribuan tersebut,” sesal Akbar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Arial;&quot;&gt;Akbar menuntut aparat keamanan untuk menindak aktor intelektual pelaku kerusuhan dan mencari penanggungjawabnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Arial;&quot;&gt;“Aparat keamanan yang bertugas pun harus mempertanggungjawabkan hal itu,” tukasnya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content:encoded>
			<link>https://newstribune.ucoz.net/news/2009-02-05-88</link>
			<category>Dalam Negeri</category>
			<dc:creator>newstribune</dc:creator>
			<guid>https://newstribune.ucoz.net/news/2009-02-05-88</guid>
			<pubDate>Thu, 05 Feb 2009 05:10:24 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Cinta Andi Padam di Guantanamo</title>
			<description>Andi orang Jawa asli, jebolan pesantren, fasih
berbahasa Arab dan Inggris, selain tentu saja Indonesia dan bahasa Ibu.
Sifat pemalu tak membuat kharismanya pudar di mata kaum Hawa.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Barangkali
ini penggambaran cukup pas tentang pemuda tersebut, yang dikisahkan
penulis Qaris Tajudin dalam novel berjudul Mahasati, terbitan AKOER,
Mei 2007.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Penjara Guantanamo yang baru-baru ini resmi ditutup
oleh Presiden terpilih Barack Husein Obama, setelah sempat dihidupkan
kembali ketika Administrasi Washington menetapkan perang global melawan
terorisme, secara manis ditempatkan sebagai tempat pa...</description>
			<content:encoded>Andi orang Jawa asli, jebolan pesantren, fasih
berbahasa Arab dan Inggris, selain tentu saja Indonesia dan bahasa Ibu.
Sifat pemalu tak membuat kharismanya pudar di mata kaum Hawa.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Barangkali
ini penggambaran cukup pas tentang pemuda tersebut, yang dikisahkan
penulis Qaris Tajudin dalam novel berjudul Mahasati, terbitan AKOER,
Mei 2007.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Penjara Guantanamo yang baru-baru ini resmi ditutup
oleh Presiden terpilih Barack Husein Obama, setelah sempat dihidupkan
kembali ketika Administrasi Washington menetapkan perang global melawan
terorisme, secara manis ditempatkan sebagai tempat paling akhir dari
perjalanan hifup Andi, dalam format penuturan interogasi pesakitan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Tali asmaranya dengan teman masa kecil, Larasati, terjalin kembali
setelah pertemuan mereka di udik, saat menghadiri pemakaman seorang
sahabat.&lt;br&gt;&lt;br&gt;
 Duduk bersimpuh di samping pusara Joko menjadi awal cerita Mahasati. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Larasati adalah cinta mati Andi. Kendati wanita pelaku industri model dan&lt;em&gt; fashion &lt;/em&gt;itu sempat terjerat &quot;monyet beristri&quot; dan dikarunia seorang putri tanpa pengakuan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Ke-tomboy-an Sati, panggilan yang lebih disukai Larasati, merupakan
kendala tersendiri yang membuat Andi kecut hati untuk berterus terang
kepada orang tuanya yang santri.&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Tapi, ketakutan itu justru yang membuatnya menyesal seumur hidup, dan
membawa dirinya memasuki perantauan hingga ke Afghanistan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Kisah Andi dalam Mahasati disusun secara seling-seling. Bab ganjil
menuturkan kisah perjalanannya, sementara bab genap merupakan rekaman
interogasi terhadap dirinya oleh Letnan Lucy Wong, seorang tentara AS
keturunan China yang diyakini mampu membuat Andi membuka mulut karena
kedekatan ras Asia.&lt;br&gt;&lt;br&gt;
 Mereka yang tidak terbiasa memecah konsentrasi disarankan untuk terlebih dahulu membaca habis bab-bab yang ganjil.&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Buku Mahasati bersampul warna hitam, di tengahnya diberi gambar dua
lengan dengan tangan sedang mengepal dan terikat kain merah.&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Dari sisi ini, Qaris Tajudin tampaknya ingin memberi kesan agar pembaca
memahami Andi sebagai sosok yang terperangkap cinta dan rasa berdosa,
ketimbang jalan hidupnya yang membuat ia disangka salah seorang antek
Usamah bin Ladin atau penguasa Taliban.&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Meski bayangan Sati, yang tewas akibat OD obat penanang saat dihimpit
kegalauan lantaran putrinya direbut sang bapak biologis, tak mampu
dienyahkannya, Andi sempat hampir jatuh dalam pelukan mahasiswi
berdarah Yahudi, anak soerang rekanan gembong mafia Sisilia. Ia
kemudian juga nekad menikahi putri kepala rombongan masyarakat nomaden
di Afghanistan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;
 Namun, seperti ramalan seorang wanita tua cenayang di Regusa, Andi tak berlama-lama menikmati sisi indah dalam kehidupannya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Lewat secangkir kopi, cenayang itu menyatakan Andi adalah Manlio, pria
gagah yang selalu mengarungi lautan cinta tanpa pernah bisa berlabuh.&lt;br&gt;&lt;br&gt;
&lt;strong&gt;&quot;Alasan Kebencian&quot;&lt;/strong&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt; Keputusan AS menghidupkan
kembali Penjara Guantanamo untu`k menahan orang-orang yang diduga
pelaku atau terlibat kegiatan terorsime banyak dikecam pihak-pihak pro
HAM.&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Dalam kisah Andi, penulis mengungkap sedikit tentang kondisi penjara
tersebut, termasuk sejumlah cara penyiksaan yang dilakukan untuk
mengorek keterangan dari para tahanan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Dalam babak interogasi terhadap Andi, digambarkan bahwa penguasa
penjara hanya ingin mendapatkan jawaban dari pertanyaan tunggal,
&quot;Mengapa Anda dan kelompok Anda begitu membenci kami, bangsa Amerika?&quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Andi, yang akhirnya mau berbicara, justru balik bertanya, mengapa
Amerika Serikat tidak mau berpikir tentang alasan para pembencinya? &lt;br&gt;&lt;br&gt;
 Terlibatkah Andi dalam perang AS melawan Terorisme? &lt;br&gt;&lt;br&gt;
Jawabannya ada dalam kisah pemuda tersebut, yang ditulis setebal 390
halaman, tidak termasuk bagian pengantar dan catatan kaki.&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Lebih dari itu, Mahasati cukup banyak memberi informasi tentang
kehidupan masyarakat di Tunisia, Regusa, Pakistan, dan Afghanistan,
paling tidak di tempat-tempat yang disinggahi Andi dalam perantauannya,
sebelum terhenti di Guantanamo akibat pneumonia berat.(*)&lt;!-- google_ad_section_end --&gt;</content:encoded>
			<link>https://newstribune.ucoz.net/news/2009-02-05-87</link>
			<category>Review</category>
			<dc:creator>newstribune</dc:creator>
			<guid>https://newstribune.ucoz.net/news/2009-02-05-87</guid>
			<pubDate>Thu, 05 Feb 2009 04:25:12 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Enam Tersangka Unjukrasa Anarkis Medan Ditahan</title>
			<description>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;font color=&quot;#800000&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;font color=&quot;#ff4500&quot;&gt;Jakarta&lt;/font&gt; &lt;/b&gt;&lt;/font&gt;- Polda
Sumut telah menahan enam tersangka kasus unjukrasa anarkis di&amp;nbsp; Gedung
DPRD Sumatera Utara, Medan, Selasa, 3 Pebruari 2009. Menurut Kapolri
Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri mereka menjadi tersangka setelah
menjalani pemeriksaan semalam hingga pagi ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt; 

&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; &lt;w:WordDocument&gt; &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt; &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt; &lt;w:PunctuationKerning/...</description>
			<content:encoded>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;font color=&quot;#800000&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;font color=&quot;#ff4500&quot;&gt;Jakarta&lt;/font&gt; &lt;/b&gt;&lt;/font&gt;- Polda
Sumut telah menahan enam tersangka kasus unjukrasa anarkis di&amp;nbsp; Gedung
DPRD Sumatera Utara, Medan, Selasa, 3 Pebruari 2009. Menurut Kapolri
Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri mereka menjadi tersangka setelah
menjalani pemeriksaan semalam hingga pagi ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt; 

&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; &lt;w:WordDocument&gt; &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt; &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt; &lt;w:PunctuationKerning/&gt; &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt; &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt; &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt; &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt; &lt;w:Compatibility&gt; &lt;w:BreakWrappedTables/&gt; &lt;w:SnapToGridInCell/&gt; &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt; &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt; &lt;w:DontGrowAutofit/&gt; &lt;/w:Compatibility&gt; &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt; &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; &lt;w:LatentStyles DefLockedState=&quot;false&quot; LatentStyleCount=&quot;156&quot;&gt; &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid=&quot;clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D&quot; id=ieooui&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1&amp;#92;:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt; &lt;!-- /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:&quot;&quot;; margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:&quot;Times New Roman&quot;; mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;} @page Section1 {size:612.0pt 792.0pt; margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} --&gt; &lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt; /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-parent:&quot;&quot;; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:&quot;Times New Roman&quot;; mso-ansi-language:#0400; mso-fareast-language:#0400; mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Arial;&quot;&gt;&quot;Dari 13 orang diperiksa, empat orang menjadi tersangka dan langsung ditahan,&quot; katanya di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (4/2).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Arial;&quot;&gt;Dari empat tersangka itu, dua diantaranya belum bersedia diperiksa karena harus menunggu pengacaranya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Arial;&quot;&gt;&quot;Walau minta pengacara, namun mereka tetap bisa ditahan,&quot; katanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Arial;&quot;&gt;Kepala
Badan Reserse Kriminal Polri, Komjen Pol Susno Duaji menambahkan,
keempat tersangka itu adalah CP, VS, DS, BR, GS, dan PS.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Arial;&quot;&gt;&quot;Kemungkinan besar jumlah tersangka akan bertambah karena pemeriksaan masih terus berlangsung hingga pagi ini,&quot; ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Arial;&quot;&gt;Polisi, katanya, juga masih memburu beberapa orang yang diduga terlibat kasus ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Arial;&quot;&gt;Namun
demikian,&amp;nbsp;Susno belum dapat menjelaskan peran masing-masing tersangka,
apakah orang lapangan, penggerak massa atau aktor intelektual.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Arial;&quot;&gt;&quot;Untuk
saat ini mereka dikenakan pasal 170 KUHP tentang pengrusakan, namun
bisa jadi akan dikenakan pasal tambahan jika terlibat kasus lain,&quot;
ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Arial;&quot;&gt;Unjukrasa
anarkis terjadi di Gedung DPRD Sumatera Utara digelar untuk meminta
agar DPRD menyetujui pembentukan provinsi Tapanuli.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Arial;&quot;&gt;Ketua DPRD, Abdul Azis Angkat meninggal dunia dalam di sela-sela aksi unjukrasa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt; &lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Arial;&quot;&gt;Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Abubakar Nataprawira mengemukakan Abdul meninggal dunia karena serangan jantung.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content:encoded>
			<link>https://newstribune.ucoz.net/news/2009-02-04-86</link>
			<category>Dalam Negeri</category>
			<dc:creator>newstribune</dc:creator>
			<guid>https://newstribune.ucoz.net/news/2009-02-04-86</guid>
			<pubDate>Wed, 04 Feb 2009 15:55:21 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Kapoltabes Medan Diperiksa Mabes Polri</title>
			<description>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;font color=&quot;#ff4500&quot;&gt;&lt;b&gt;Jakarta &lt;/b&gt;&lt;/font&gt;- Kapolri
Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri memerintahkan Inspektorat
Pengawasan Umum untuk memeriksa Kapoltabes Medan Kombes Pol Anton S dan
jajaran Poltabes Medan lainnya terkait dengan unjuk rasa anarkis pada
Selasa, 3 Pebruari 2009.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt; 

&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; &lt;w:WordDocument&gt; &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt; &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt; &lt;w:PunctuationKerning/&gt; &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt; &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w...</description>
			<content:encoded>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;font color=&quot;#ff4500&quot;&gt;&lt;b&gt;Jakarta &lt;/b&gt;&lt;/font&gt;- Kapolri
Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri memerintahkan Inspektorat
Pengawasan Umum untuk memeriksa Kapoltabes Medan Kombes Pol Anton S dan
jajaran Poltabes Medan lainnya terkait dengan unjuk rasa anarkis pada
Selasa, 3 Pebruari 2009.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt; 

&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; &lt;w:WordDocument&gt; &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt; &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt; &lt;w:PunctuationKerning/&gt; &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt; &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt; &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt; &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt; &lt;w:Compatibility&gt; &lt;w:BreakWrappedTables/&gt; &lt;w:SnapToGridInCell/&gt; &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt; &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt; &lt;w:DontGrowAutofit/&gt; &lt;/w:Compatibility&gt; &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt; &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; &lt;w:LatentStyles DefLockedState=&quot;false&quot; LatentStyleCount=&quot;156&quot;&gt; &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid=&quot;clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D&quot; id=ieooui&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1&amp;#92;:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt; &lt;!-- /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:&quot;&quot;; margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:&quot;Times New Roman&quot;; mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;} @page Section1 {size:612.0pt 792.0pt; margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} --&gt; &lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt; /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-parent:&quot;&quot;; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:&quot;Times New Roman&quot;; mso-ansi-language:#0400; mso-fareast-language:#0400; mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Arial;&quot;&gt;Menurut
Kapolri di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu, pemeriksaan itu untuk
mengetahui apakah Poltabes Medan telah melaksanakan prosedur pengamanan
aksi unjuk rasa dan memastikan jumlah personil yang dikerahkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Arial;&quot;&gt;&quot;Pagi
ini, jam 6.00 WIB, Pak Irwasum (Inspektur Pengawasan Umum Komjen Pol
Yusuf Manggabarani) berangkat ke sana untuk mengecek sampai sejauh mana
kesiapan pejabat di sana dalam mengantisipasi kejadian yang dihadapi,&quot;
ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Arial;&quot;&gt;Kapolri
mengatakan, pemeriksaan terhadap Kapoltabes itu adalah bersifat
internal terkait dengan apa yang dilaksanakan oleh polri dalam
menjalankan tugas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Arial;&quot;&gt;&quot;Ini masih dalam proses. Tunggu laporan Irwasum,&quot; katanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Arial;&quot;&gt;Tim
internal dari Polri itu, katanya, juga akan mengklarifikasi pemberitaan
media yang menyebutkan bahwa jumlah polisi dengan peserta aksi unjuk
rasa tidak sebanding.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Arial;&quot;&gt;Unjuk
rasa di gedung DPRD Sumatera Utara untuk mendukung pembentukan propinsi
Tapanuli berakhir anarkis karena massa merusak ruang gedung DPRD.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Arial;&quot;&gt;Ketua DPRD Sumatera Abdul Aziz Angkat meninggal dunia dalam aksi itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Arial;&quot;&gt;Namun, Polri menyatakan, Abdul Azis meninggal dunia bukan karena penganiayaan tetapi karena serangan jantung.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Arial;&quot;&gt;Hingga
Rabu pagi ini, polisi telah menahan enam orang sebagai tersangka kasus
ini dengan tuduhan pelanggaran pasal 170 KUHP tentang pengrusakan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Arial;&quot;&gt;Kini, polisi terus memeriksa saksi lain dan mencari beberapa orang lagi yang diduga terlibat pengrusakan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt; &lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Arial;&quot;&gt;Jumlah tersangka masih akan terus bertambah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content:encoded>
			<link>https://newstribune.ucoz.net/news/2009-02-04-85</link>
			<category>Dalam Negeri</category>
			<dc:creator>newstribune</dc:creator>
			<guid>https://newstribune.ucoz.net/news/2009-02-04-85</guid>
			<pubDate>Wed, 04 Feb 2009 15:53:38 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Kampanye Caleg Bekas Bupati Pesisir Selatan, Pakai Atribut Militer</title>
			<description>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;font color=&quot;#ff4500&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;http://indowarta.com/images/stories/darizal%20bazir.jpg&quot; align=&quot;left&quot; border=&quot;0&quot;&gt;Padang&lt;/b&gt;&lt;/font&gt; - Lagi-lagi
pihak Panwaslu Sumatera Barat menemukan kesalahan yang&amp;nbsp; dilakukan oleh
para caleg, baik itu dari caleg perseorangan &amp;nbsp;maupun dari partai. Salah
satunya, bekas Bupati Pesisir Selatan, Darizal Basir yang memakai
seragam militer dalam balihonya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt; 

&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; &lt;w:WordDocument&gt; &lt;w...</description>
			<content:encoded>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;font color=&quot;#ff4500&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;http://indowarta.com/images/stories/darizal%20bazir.jpg&quot; align=&quot;left&quot; border=&quot;0&quot;&gt;Padang&lt;/b&gt;&lt;/font&gt; - Lagi-lagi
pihak Panwaslu Sumatera Barat menemukan kesalahan yang&amp;nbsp; dilakukan oleh
para caleg, baik itu dari caleg perseorangan &amp;nbsp;maupun dari partai. Salah
satunya, bekas Bupati Pesisir Selatan, Darizal Basir yang memakai
seragam militer dalam balihonya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt; 

&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; &lt;w:WordDocument&gt; &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt; &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt; &lt;w:PunctuationKerning/&gt; &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt; &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt; &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt; &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt; &lt;w:Compatibility&gt; &lt;w:BreakWrappedTables/&gt; &lt;w:SnapToGridInCell/&gt; &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt; &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt; &lt;w:DontGrowAutofit/&gt; &lt;/w:Compatibility&gt; &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt; &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; &lt;w:LatentStyles DefLockedState=&quot;false&quot; LatentStyleCount=&quot;156&quot;&gt; &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt; &lt;!-- /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:&quot;&quot;; margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:&quot;Times New Roman&quot;; mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;} @page Section1 {size:612.0pt 792.0pt; margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} --&gt; &lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt; /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-parent:&quot;&quot;; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:&quot;Times New Roman&quot;; mso-ansi-language:#0400; mso-fareast-language:#0400; mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Arial;&quot;&gt;Pada
tanggal 2 Februari, pihak Panwaslu Sumbar bekerja sama dengan Panwaslu
Pesisir Selatan melakukan pencabutan terhadap baliho caleg Darizal
Basir (Mantan Bupati Pesisir Selatan, Periode 1995 s/d 2005).
Pencabutan di lakukan karena caleg yang bersangkutan melakukan
kesalahan yakni menggunakan atribut militer berupa topi, lambang burung
Garuda dan menggunakan pin Kopri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Arial;&quot;&gt;Sebelumnya
Panwaslu Sumbar juga menemukan tiga caleg yang bermasalah, yakni, Mir
Kadry Miyar dari partai Golkar yang melakukan kesalahan dengan memasang
atribut atau alat peraga kampanye di pagar sekolah SMP 18 Kuranji
Padang. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Arial;&quot;&gt;Caleg
Patrialis Akbar yang memasang bendera dan spanduk nya di halaman Mesjid
Raya Lubuk Begalung Padang. Sedangkan caleg dari partai PAN yakni
Sarlinawati Akbar memasang bendera dan baliho dirinya di halaman
Mushalla daerah Kuranji.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt; &lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Arial;&quot;&gt;Panwaslu
Sumbar telah melanjutkan pelanggaran ketiga Caleg ini ke Gakkumdu Polda
guna di selidiki. Hingga hari ini kesalahan dari masing-masing caleg
tersebut tengah di selidiki, apakah terkait dengan kesalahan dalam
adminisrasi atau kesalahan dalam sifat tindak pidana dalam pemilu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content:encoded>
			<link>https://newstribune.ucoz.net/news/2009-02-04-83</link>
			<category>Dalam Negeri</category>
			<dc:creator>newstribune</dc:creator>
			<guid>https://newstribune.ucoz.net/news/2009-02-04-83</guid>
			<pubDate>Wed, 04 Feb 2009 15:45:39 GMT</pubDate>
		</item>
	</channel>
</rss>