|
 | |  |
| Main » 2008 » November » 26 » Resesi, Singapura Potong Gaji PM dan Anggota Parleme
Resesi, Singapura Potong Gaji PM dan Anggota Parleme | 3:56 PM |
SINGAPURA, RABU - Ekonomi Singapura yang sudah menginjak periode resesi
memaksa para pejabatnya harus merelakan sebagian gajinya. Senin malam
(24/11), Pemerintah Singapura mengumumkan akan memangkas gaji para
pejabat tinggi dan pejabat negaranya mulai tahun depan. Kisaran
pemotongan gaji itu antara 11 persen sampai 19 persen.
Gaji tahunan Perdana Menteri Lee Hsien Loong, misalnya, akan turun 19
persen menjadi 3,04 juta dollar Singapura (2 juta dollar AS). Gaji
menteri- menteri baru Singapura pun akan terpangkas 18 persen jadi 1,57
juta dollar Singapura. Sedangkan tunjangan anggota parlemen turun 16
persen jadi 190.000 dollar Singapura setahun.
Asal tahu saja, sistem gaji menteri kabinet dan pejabat tinggi
Singapura sedikit unik. Sejak 1994, gaji mereka dipatok terhadap
penerimaan setelah pajak dari enam profesi sektor swasta yang bergaji
terbesar.
Tak heran, kalau gaji pejabat Singapura melambung. Sebagai perbandingan
saja, Presiden AS George W. Bush dan isterinya tahun lalu melaporkan
pendapatan kena pajak sebesar 719.274 di 2007 dollar AS. Ini adalah
gajinya sebagai presiden plus hasil investasi asetnya. Sedangkan Chief
Executive Hong Kong, Donald Tsang, menerima 334.758 dollar Hong Kong
sebulan atau setara dengan 518.000 dollar AS setahun.
Mantan Perdana Menteri Singapura, Lee Kuan Yew kerap membela gaji
pejabat Singapura yang selangit ini. Dalam otobiografinya yang beljudul
"From Third World to First" ia bilang bahwa gaji menteri dan pejabat
publik yang rendah telah menghancurkan banyak pemerintahan
negara-negara Asia.
Selain pejabat tinggi, badan investasi milik Departemen Keuangan
Singapura, Temasek Holdings, juga mengungkapkan penurunan gaji pekan
lalu. Gaji para manajemen senior di lembaga pimpinan Ho Ching itu akan
turun antara 15 persen -25 persen. Akan tetapi, Government of Singapore
Investment Corp. (M) yang mengelola cadangan devisa Singapura tak mau
berkomentar apakah mereka akan ikut memangkas gaji atau tidak. "Gaji di
GIC mengacu dengan acuan industri," begitu penjelasan manajemen GIC,
kemarin.
Pemerintah Singapura mengetatkan ikat pinggangnya lantaran ekonominya
terus menurun. Minggu lalu, Singapura memangkas target pertumbuhan
keempat kalinya tahun ini. Singapura memperkirakan ekonominya akan
melambat 1 persen tahun depan. Sedangkan tahun ini, ekonomi hanya akan
tumbuh 2,5 persen, turun dari prediksi 3 persen sebelumnya. Perdana
Menteri Lee juga memperingatkan, ekonomi negara kota ini bakal tumbuh
pelan selama beberapa tahun ke depan. {kompas)
|
|
Category: Luar Negeri |
Views: 338 |
Added by: newstribune
|
| |
 | |  |
|
|