|
 | |  |
| Main » 2008 » Desember » 1 » Teroris Mumbai Tertangkap, " 5.000 Orang Target Pembantaian"
Teroris Mumbai Tertangkap, " 5.000 Orang Target Pembantaian" | 2:32 PM |
India-Satu-satunya teroris yang masih hidup setelah berlangsung pembantaian
di Mumbai memberikan keterangan rinci ke polisi India mengenai aksinya
yang dimulai Rabu (26/11) lalu. Azam Amir Kasab (21) yang berasal dari
Pakistan menjelaskan serangan tersebut telah direncanakan secara rapi
enam bulan lalu dan ditargetkan untuk membunuh 5.000 orang.
Kasab mengaku ia bersama sembilan teroris lainnya telah menjalani
secara ketat latihan pendaratan dari laut untuk melancarkan serangan di
Mumbai. Semula gerombolan teroris ini direncanakan meledakkan hotel Taj
Mahal Palace setelah terlebih dahulu membunuh para turis Inggris dan AS
serta menahan beberapa sandera.
Namun, di luar perhitungan, gerombolan teroris yang dipersenjatai
dengan bahan peledak plastik ini tak berhasil merobohkan gedung Taj
Mahal Palace berusia 105 tahun yang terbukti berpondasi kokoh itu.
Kasab berpura-pura tewas setelah terpojok oleh serangan pasukan
keamanan yang menerobos masuk Taj Mahal Palace.
Saat diangkut menuju rumah sakit oleh mobil ambulan, Kasab diperhatikan
oleh petugas keamanan yang mendampinginya masih bernafas. Setibanya di
Rumah Sakit Nair, Kasab, yang hanya menderita cidera ringan berkata ke
staff medis: "Saya tak ingin mati. Tolong pasangi saya infus."
Seusai pasukan komando India melumpuhkan pertahanan teroris di hotel
Taj Mahal yang berlangsung selama 59 jam dengan menewaskan 3 militan,
Kasab menguraikan latar belakang dari serangannya itu. Kasab
menggambarkan perintah yang diterimanya untuk menargetkan serangan
hingga embusan nafas terakhir itu terhadap 'warga kulit putih, terutama
warga AS dan Inggris.'
Kasab dan rekan-rekan militan lain mengaku sebagai pelajar saat
berkunjung ke Mumbai sebulan lalu. Kesempatan itu digunakan Kasab dan
militan lain untuk mengambil film "lokasi serangan" serta memahami
jalan-jalan di Mumbai.
Kasab menggambarkan bagaimana ia dan seorang rekannya menembak ke arah
stasiun kereta api yang padat dengan calon penumpang sehingga
menewaskan lusinan orang. Hal itu dilakukan oleh Kasab dan rekannya
sebelum berupaya mendekati permukiman ekslusif Malabar Hill untuk
meneruskan rencana menahan "beberapa sandera VIP."
"Syukurlah, rencana untuk menahan sandera VIP itu tak pernah terjadi
karena kami berhasil menghentikan upaya mereka itu," kata seorang
polisi. Kasab mengaku sebagai anggota kelompok teroris Lashkar-e-Taiba.
Namun, kelompok tersebut membantah terlibat serangan di Mumbai.
India tuduh Pakistan terlibat
Beberapa pengamat politik berpendapat bahwa ada kecenderungan dari
pemerintah India untuk menuduh Pakistan terlibat dalam serangan teroris
itu tanpa bisa menyertakan bukti kuat. Beberapa laporan spekulatif yang
muncul di New Delhi bahkan mengisyaratkan beberapa badan intelijen
Pakistan terlibat dalam melatih para teroris yang melancarkan serangan
di Mumbai.
Laporan yang beredar menyebutkan salah satu teroris sempat bekerja
sebagai pesuruh di dapur Taj Mahal selama 8 bulan sebelum melancarkan
serangan. Teroris itu dilaporkan menunjukkan paspor dari Inggris saat
mengikuti wawancara kerja.
Namun, manajemen Taj Mahal telah membantah keras laporan tersebut.
Beberapa detektif Scotland Yard telah tiba di Mumbai Sabtu kemarin
untuk membantu penyidikan kasus ini.
Menuju Mumbai lewat perjalanan laut
Dalam keterangannya selama mengikuti interogasi dengan polisi, Kasab
mengaku bersama teman-temannya telah mendapatkan latihan militer selama
5 bulan di wilayah Kashmir yang diduduki oleh Pakistan. Usai
mengikuti latihan militer, Kasab dan rekan- rekannya mempunyai waktu
beristirahat selama sebulan sebelum melancarkan serangan di Mumbai.
Kasab dan sembilan teroris lainnya yang berkomunikasi dengan BlackBerry
memulai perjalanan ke Mumbai pada 21 November. Kasab dan rekan-rekannya
yang semula tak dipersenjatai meninggalkan sebuah pantai terisolir
dekat Karachi dengan sebuah perahu kecil sebelum dijemput oleh sebuah
kapal berukuran lebih besar.
Dalam kesempatan pertemuan itu, masing-masing teroris mendapatkan 8
granat tangan, sepucuk senjata AK-47, amunisi serta sepucuk pistol
otomatis. Untuk mengantisipasi serangan yang kemungkinan berlangsung
lama, para teroris itu membekali diri dengan buah-buahan kering.
Menurut pengakuan Kasab ke polisi, gerombolan teroris membajak sebuah
kapal penangkap ikan yang bertuliskan Kuber dekat batas laut antara
Pakistan dan India. Empat awak kapal itu tak diketahui nasibnya
sementara satu awak lainnya ditemukan tewas tanpa kepala.
Pada 23 November, setelah mencapai Porbandar di negara bagian Gujarat,
310 mil nautikal dari Mumbai, para teroris dihadang oleh 2 pengawal
pantai India. Kelompok teroris ini kemudian melambaikan sebuah bendera
putih dan mengijinkan 2 pengawal pantai untuk naik ke atas Kuber.
Kasab menerangkan salah satu militan kemudian menyerang seorang
pengawal pantai dengan menggorok lehernya dan membuang mayatnya ke
laut. Seorang pengawal pantai lainnya dipaksa untuk menuntun gerombolan
militan itu mencapai tujuan mereka sebelum dibunuh saat kapal mereka
mendekati Mumbai.
Sepanjang perjalanan, sahabat Kasab, Abu Ismail (25), yang terlatih
sebagai pelaut, memegang kemudi Kuber dengan menggunakan perlengkapan
GPS. Tiga kapal cepat kemudian menemui Kuber pada posisi 1 mil setengah
dari bibir pantai Mumbai Rabu lalu.
Setelah menantikan hingga lampu penerangan di sekitar pantai
dipadamkan, Kasab dan para teroris lain mendekati Mumbai dengan
berpindah kapal dan menumpangi 2 perahu karet. Dua kelompok teroris itu
kemudian berpencar.
Empat teroris dikerahkan ke hotel Taj Mahal, 2 teroris menuju pusat
komunitas Yahudi Nariman House, 2 teroris lain menuju restoran Leopold,
sementara Kasab dan seorang teroris lain menuju ke sebuah stasiun
kereta api.
Saat para rekannya membunuh sandera mereka di hotel Taj Mahal, Kasab
dan Ismail melepaskan tembakan ke puluhan orang yang tengah berdiri di
stasiun kereta api Chhatrapati Shivaji pada pukul 22.10 waktu setempat.
Para teroris juga menyerang sebuah kantor polisi dan menewaskan 2
personilnya. Kasab menerangkan ke penyidik bahwa ia dan rekan-rekannya
terus membabi-buta melepaskan tembakan ke sebuah stasiun pengisian
bahan bakar dan meledakkan sebuah mobil taksi.
Tak merasa bersalah
"Saya telah bertindak benar," kata Kasab kepada para penyidik. "Saya tak menyesalinya."
Beberapa sumber menyebutkan hasil tes urin dan darah Kasab menunjukkan
ia berada di bawah pengaruh obat-obatan yang membuatnya bertahan untuk
terjaga selama menghadapi pertempuran melawan pasukan keamanan India.
Salah satu personil polisi menyatakan: "Ia (Kasab) dengan dingin
mengakui tindakannya di hadapan para penyidik dan ia merespon
wajah-wajah para teroris yang dikhianati dengan mengangkat bahunya
seakan-akan tanpa menanggung beban konsekuensi apapun."
Berdasarkan bukti terbaru, para teroris itu telah membunuh para
korbannya pada saat pertama kali mereka menguasai hotel Taj Mahal.
Pasukan keamanan India sempat terkecoh oleh pemikiran bahwa para
teroris itu sempat menahan para korbannya sebelum melakukan eksekusi
pembunuhan.
Seorang petugas medis di kamar jenazah Rumah Sakit Sir J.J. menerangkan
dari 87 mayat yang telah diperiksanya mengindikasikan bahwa pembunuhan
itu telah berlangsung sejak Rabu malam.
|
|
Category: Luar Negeri |
Views: 281 |
Added by: teguhonly
|
| |
 | |  |
|
|