Terpilihnya
Barrack Obama menjadi presiden Amerika, rupanya menjadi momentum tepat
bagi DR. Rizal Ramli. Mantan menteri era Presiden Gus Dur yang menjadi
capres PBR dan Partai Pengusaha Pekerja Indonesia ini, ingin mencetak
sejarah, seperti yang dilakukan Obama di Amerika.
Sebelum
terpilih menjadi Presiden, banyak pengamat menilai peluang Obama sangat
kecil. Pasalnya, Obama berkulit hitam, dan belum pernah ada Presiden
Amerika yang berkulit hitam. Tapi pada akhirnya, Obama berhasil
tercatat dalam sejarah sebagai orang kulit hitam pertama yang menjadi
Presiden Amerika. Dalam
konteks sejarah Indonesia, jabatan Presiden selalu diduduki oleh orang
Jawa. Namun, Rizal yang lahir di Sumatera Barat ini optimis, rakyat
Indonesia sudah tidak mempersoalkan kesukuan, melainkan butuh pemimpin
yang bisa memberi kesejahteraan rakyat. “Sudah
tidak jamannya lagi bicara soal kesukuan, dalam usia republik yang
sudah 63 tahun ini. Kalau Obama bisa, maka Rizal Ramli pun akan bisa
mencatat sejarah sebagai orang pertama dari luar pulau Jawa yang
menjadi Presiden Indonesia,” ujarnya dihadapan ratusan kader Partai
Bintang Reformasi (PBR) dalam Muskernas PBR di Hotel Sahid, Jakarta,
Sabtu (29/11). Optimisme
Rizal tidak hanya adanya perubahan di Amerika, tapi juga peristiwa
politik di Indonesia. Dalam catatannya, ada 12 propinsi yang dalam
Pilkada dimenangkan oleh tokoh baru dengan diusung partai-partai
menengah. “Masyarakat
sekarang butuh perubahan. Rakyat tidak ingin lagi pemimpin yang 4 L, Lu
Lagi Lu Lagi,” cetusnya, seraya yakin momentum perubahan ini akan
berlanjut hingga 2009. Dalam
Muskernas ini, Rizal Ramli yang dikenal sebagai ekonom nasionalis,
mengharap PBR mempunyai semangat juang yang berbeda dengan
partai-partai lain, sehingga menjadi magnet yang memberi harapan
perubahan bagi rakyat. Semangat
juang yang dimaksud yakni, semangat untuk menjadi partai pembela kaum
dhuafa atau rakyat kecil. Dalam hal ini Rizal mengungkap
program-programnya jika terpilih menjadi presiden. Beberapa
program yang sudah disiapkan untuk membantu para petani yaitu petani
diberi kredit murah, pengadaan bibit unggul, irigasi yang mapan dengan
membuat waduk-waduk, penetapan tariff impor produk pertanian untuk
melindungi petani dari serbuan produk asing, dan sebagainya.
|