|
 | |  |
| Main » 2008 » Desember » 12 » Hotel Atlantis Dubai-Hotel Untuk Para Ultra Kaya
Hotel Atlantis Dubai-Hotel Untuk Para Ultra Kaya | 3:01 PM |
DUBAI - Ingin menikmati suasana bawah laut dengan mewah, melihat
lumba-lumba dari Laut Pasifik Selatan, dan berenang di sekitar tempat
tidur Anda? Itu bukan lagi mimpi. Sebab, Hotel Atlantis di Dubai yang
baru beroperasi hari ini menawarkan sensasi tersebut.
Tarifnya memang cukup fantastis di tengah krisis finansial global saat
ini, yaitu GBP 13 ribu (sekitar Rp 225 juta) semalam atau Rp 9,3 juta
per jam. Jika dihitung per menit, tarifnya Rp 156 ribu, hampir separo
nilai bantuan langsung tunai (BLT) di Indonesia.
Segmen pasarnya jelas bukan orang kaya biasa, melainkan orang
ultrakaya. Seperti dilansir Daily Mail, dengan tarif Rp 225 juta per
malam, tamu hotel mendapatkan tiga tempat tidur, tiga kamar mandi mewah
dengan shower laksana air terjun, lengkap beserta satu set meja kursi
makan berlapis emas 18 karat. Cocok untuk satu keluarga.
Pemilik hotel sangat optimistis bisa mendapatkan tingkat okupansi
tinggi di antara 1.539 kamar yang ditawarkan. Meskipun, saat ini
kondisi perekonomian global mengalami ketidakpastian dan menggerogoti
perekonomian kalangan kaya. Mereka fokus pada turis kaya dari Eropa,
Rusia, Asia, dan Timur Tengah.
"Orang-orang tetap akan mengambil paket liburan keluarga," ujar Alan
Leibman, president and managing director Kerzner International,
operator hotel yang bekerja sama dengan developer Dubai Nakheel untuk
pengelolaan resort tersebut. "Dubai masih memiliki nilai tambah bila
transaksi dilakukan dengan poundsterling atau euro," tambahnya.
Hotel yang menelan biaya Rp 13,8 triliun itu dibangun di atas pulau
buatan di Pantai Dubai. Pembangunannya seakan melengkapi berbagai
proyek kemewahan, seperti indoor sky slope, tempat ski salju indoor
terbesar di dunia. Juga, menara tertinggi di dunia, Burj, Dubai, yang
hingga kini masih dibangun, dan proyek terkecil di antara ketiganya,
yaitu pulau buatan pemerintah Dubai yang disebut Palm Jumeirah.
"Anda tidak akan membangun proyek senilai USD 1,5 miliar di tempat sembarangan," terangnya.
Bagi kalangan superkaya, duit yang "dibuang" mungkin sepadan dengan
kemewahan duniawi yang didapat. Mereka bisa relaksasi dengan menikmati
pemandangan laut yang dihadirkan di dalam hotel. Apalagi, koleksi ikan
di akuarium raksasa lebih dari 65 ribu ekor. Selain itu, terdapat
akuarium lumba-lumba. Lebih dari dua lusin lumba-lumba hidung botol
hidup di sana.
Pembangunan hotel tersebut tidak berjalan mulus. Berbagai elemen yang
mengatasnamakan lingkungan mengkritisi bermacam fitur dalam hotel
tersebut. Mereka mengatakan, pembangunan hotel tersebut merusak batu
karang dan aliran air laut, seperti penambahan air dan konsumsi listrik
|
|
Category: Serba-Serbi |
Views: 497 |
Added by: newstribune
|
| |
 | |  |
|
|