|
 | |  |
| Main » 2009 » Januari » 6 » Situs Majapahit Sengaja Dirusak Pemerintah
Situs Majapahit Sengaja Dirusak Pemerintah | 9:45 AM |
Mojokerto - Situs Majapahit di Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa
Timur, sengaja dirusak pemerintah. Di bekas ibu kota Kerajaan Majapahit
peninggalan abad ke-13 hingga ke-15 tersebut sedang dibangun Trowulan
Information Center atau Pusat Informasi Majapahit seluas 2.190 meter
persegi.
Peletakan batu pertama dilakukan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero
Wacik, 3 November lalu. Meski dalam perjalanannya ditemukan sejumlah
peninggalan bersejarah, seperti dinding sumur kuno, gerabah, dan
pelataran rumah kuno, hal itu tak dihiraukan. Tanah terus digali dan
benda bersejarah itu dijebol untuk pembangunan sekitar 50 tiang pancang
beton Pusat Informasi Majapahit (PIM).
Di beberapa titik, fondasi dari
campuran batu kali dan semen telah berdiri di parit-parit galian di
situs bersejarah itu. Fondasi tiang beton juga sudah berdiri di
beberapa titik. Di sekitarnya, batu bata kuno berukuran besar dan
berwarna kehitaman peninggalan zaman Majapahit dibiarkan berserakan.
Wakil Bupati Mojokerto Wahyudi Iswanto saat dikonfirmasi hari Minggu
mengatakan, pembangunan PIM sepenuhnya proyek pemerintah pusat. Pemkab
Mojokerto dalam hal ini sekadar mengikuti apa yang menjadi keinginan
dan kebijakan pemerintah pusat.
Kepala Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Provinsi Jawa
Timur I Made Kusumajaya mengakui bahwa metode pembuatan fondasi dengan
cara menggali tanah memang semestinya tidak dilakukan karena akan
merusak situs sejarah dalam jumlah banyak. Sekalipun begitu, ia
memastikan sejumlah cor beton maupun batu kali yang sudah terpasang
untuk fondasi tidak akan diangkat lagi.
Untuk pembangunan selanjutnya akan digunakan sekitar 50 tiang pancang
beton berdiameter 50 sentimeter yang akan dipasang dengan cara dibor,
bukan dengan hydraulic hammer (pemukul tiang pancang beton) untuk
meminimalkan kerusakan situs bersejarah.
Merusak atau kerusakan situs sejarah yang ditimbulkan dari pembangunan
PIM yang merupakan bagian dari Taman Majapahit (Majapahit Park), imbuh
Made Kusumajaya, memang tak bisa dihindari.
Situs Trowulan tersebut memiliki tarikh Masehi yang sama dengan Istana
Louvre di Paris, yakni sekitar abad ke-12 Masehi hingga ke-14 Masehi.
Kini di atas situs Trowulan dibangun megaproyek yang menutup areal
ekskavasi arkeologi Majapahit yang menjadi bukti kebesaran nenek moyang
bangsa Indonesia.
|
|
Category: Dalam Negeri |
Views: 269 |
Added by: newstribune
|
| |
 | |  |
|
|