Kamis, 13-Aug-2026, 3:17 AM



Welcome Guest | RSS
[ Main ] [ Registration ] [ Login ]
Site menu

News topics
Dalam Negeri
Luar Negeri
Ekonomi dan Bisnis
Olahraga
Entertainment
Serba-Serbi
Review
Sains dan Teknologi

Contreng 2009


Dana Kampanye Caleg Naik 10 Kali Lipat


Pelanggaran Pemilu PKS di Blora Disidangkan

Gus Dur: Afirmatif Bagi Perempuan Tak Akan Jalan

Partai Hanura Periksa Ulang DCT

PBR Usulkan Pemilu di NTT 8 April

Indeks

Main » 2009 » Januari » 29 » Aliran Sesat Muncul: Bolehkan Seks Bebas
Aliran Sesat Muncul: Bolehkan Seks Bebas
11:46 AM
Jakarta: Hampir sepuluh tahun menyebarkan Sekte Satria Piningit Weteng Buwono, Agus Imam Sholihin cuma berhasil merekrut 40 orang. Mula-mula pengikut Agus hanya lima orang yang tidak lain adalah kerabatnya sendiri. Mereka adalah Kusmanto, Yanto, Eko, Ratna, dan Kiki. Menurut Eko, 25 tahun, pengikut Agus terpikat dengan karena ajaran Satria Piningit menjanjikan seseorang tidak akan dimatikan serta akan tinggal di arasy (singgasana Tuhan). Eko insyaf, setelah hatinya meronta ketika dedengkot sekte itu mengkalim sebagai tuhan. Sebenarnya, klaim ini berubah-ubah seiring perjalanan waktu. Awalnya, pada 6 Juni 1999, Agus mengaku sebagai titisan Soekarno, Presiden RI pertama. Pengakuan sebagai titisan proklamator karena mencocokan tanggal lahir Agus dengan Soekarno pada 6 Juni. Pada 2003-2004 Agus mengubah statusnya menjadi Imam Mahdi. Adapun klaim sebagai tuhan, dilakukan Agus pada periode 2005-2006. Eko membenarkan adanya ritual seks dan "kumpul kebo" antarpengikut Agus. Namun, seks bebas tidak berarti bebas bertukar pasangan. "Hubungan seks itu atas perintah Agus dan wajib dilaksanakan," kata Eko yang ditemui di sebuah tempat di Kebagusan. Alasan yang diajarkan Agus, kelak di akhirat semua manusia bertelanjang. Selain itu, seks bebas untuk ritual pelajaran kamasutra. "Aktivitas seks bebas itu dilakukan secara bersamaan oleh semua anggota. Menurut Eko, jumlah pengikut sejak ia kabur dari Agus sebanyak 14 laki-laki, sembilan perempuan, dan 10 anak-anak. Dari pantauan Tempo, rumah markas komunitas Satria Piningit berada di lokasi padat penduduk. Tepatnya di Jalan Kebagusan II, pasar Minggu. Untuk menuju rumah ini, hanya ada satu gang sempit yang hanya bisa dilewati dengan berjalan kaki. Rumah Agus menyempil di antara rumah-rumah warga. Di dalam rumah, terdapat beberapa poster bergambar Soekarno, tokoh-tokoh pewayangan, serta lambang burung Garuda Pancasila. "Banyak gambar Soekarno karena dia mengaku titisannya," kata Eko. Kasus ajaran Agus ini terbongkar setelah Ratna, 33 tahun, meninggal dunia beberapa hari lalu. Meninggalnya Ratna karena sakit. Selama sakit, Agus melarang Ratna berobat ke rumah sakit. Padahal sakitnya sudah parah. Ratna hanya boleh tidur dan tidak boleh terkena sinar matahari. Hanya Agus yang bisa menyembuhkannya Ratna, bukan obat ataupun dokter. Sejak itu pengkikut Agus, termasuk Eko, gelisah dan mulai meragukan kesaktian bos sekte aneh itu.
Category: Dalam Negeri | Views: 395 | Added by: newstribune
Hot Seleb

Hak Cipta NewsPortal © 2026
Open Directory Project at dmoz.org

ANTARA Foto   Asia Pulse   AsiaNet   IMQ   OANA