Puluhan
aktivis Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Aceh.
Mengunjuk rasa kedatangan Duta Besar Amerika Serikat Cameroon R Hume,
ke SMA Lab School Universitas Syah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh.
Para
demonstran tiba sekira pukul 11.30 WIB, namun mereka tidak
diperbolehkan masuk polisi. Sambil mengusung bendera Palestina dan
berbagai poster yang intinya menolak kedatangan Dubes dan rombongan di
Aceh, mereka meneriakkan yel-yel Amerika sebagai antek yahudi. “Usir
segera Dubes Amerika dari Aceh, bumi Aceh tidak boleh diinjak-injak
oleh orang Amerika yang jelas-jelas sebagai pengikut Yahudi,” teriak
seorang demonstran. Mereka
juga menyebutkan, Amerika adalah aktor utama dalam agresi Israel ke
Palestina yang banyak mengakibatkan korban jiwa, termasuk para pelajar
dan anak-anak. “Amerika
jelas-jelas adalah penyuplai senjata bagi Israel untuk membunuh warga
Palestina, oleh karena itu tidak ada tempat bagi bangsa Amerika di
Aceh. mereka harus angkat kaki dengan segera,” ujar para pendemo. Muaz
Munawar, koordinator lapangan aksi, menyebutkan, penolakan berkait
dengan kunjungan Dubes karena kekecewaan pada Amerika. “Bukan hanya
itu, kami juga mengutuk Amerika sebagi aktor dibalik layar dalam agresi
yang dilakukan Israel,” kata dia. Mengetahui
adanya demo yang dilakukan oleh para aktivis tersebut, rombongan Dubes
segera meninggalkan SMA Lab School melalui gerbang belakang sekolah.
Namun para aktivis masih saja berteriak-teriak meminta keluar Dubes
tersebut. Tak
hanya itu, mereka pun merangsek masuk ke dalam sekolah. Bahkan ada yang
mencoba mengejar rombongan Dubes. Tapi rombongan Dubes telah lebih dulu
pergi. Mengetahui rombongan Dubes tidak ada lagi, para pendemo pun
membubarkan diri dengan tertib. Sementara
itu, kunjungan Dubes AS Cameroon ke SMA Lab School Unsyiah di
Darussalam adalah untuk menyerahkan sejumlah bantuan bagi sekolah
tersebut. Bantuan yang diserahkan berupa buku, komputer, perabotan
serta berbagai jenis perlengkapan lainnya bagi perpustakaan.
“Pendidikan dan kerja sama dengan masyarakat merupakan dua prioritas
utama hubungan Amerika dengan Indonesia,” kata Dubes. Dubes
menambahkan, untuk mendukung terlaksananya proses belajar mengajar yang
bermutu dan untuk mencapai hasil belajar yang maksimal, maka diperlukan
sarana pendukung seperti adanya perpustakaan. Hadir
dalam kesempatan tersebut, Rektor Unsyiah Prof Dr Darni M Daud, Kepala
SMA Lab School Syarifah Mardhiah, wakil dari Usindo Margaret Sullivan
serta perwakilan dari Microsoft Drajat Pandjawi.
|