Kamis, 13-Aug-2026, 3:19 AM



Welcome Guest | RSS
[ Main ] [ Registration ] [ Login ]
Site menu

News topics
Dalam Negeri
Luar Negeri
Ekonomi dan Bisnis
Olahraga
Entertainment
Serba-Serbi
Review
Sains dan Teknologi

Contreng 2009


Dana Kampanye Caleg Naik 10 Kali Lipat


Pelanggaran Pemilu PKS di Blora Disidangkan

Gus Dur: Afirmatif Bagi Perempuan Tak Akan Jalan

Partai Hanura Periksa Ulang DCT

PBR Usulkan Pemilu di NTT 8 April

Indeks

Main » 2009 » Januari » 30 » Diusir Semen Gresik, Warga Sukolilo Ngadu Ke Kontras
Diusir Semen Gresik, Warga Sukolilo Ngadu Ke Kontras
6:57 PM

Warga Sukolilo, Pati, Jawa Tengah mengadukan kekerasan yang mereka alami karena menolak pembangunan PT Semen Gresik di wilayahnya, di kantor Kontras di Jl. Borobudur, Jakarta Pusat, Jumat (30/1).

Warga Sukolilo diwakili oleh 6 orang yang datang ke Jakarta diantaranya Rasmi, Sundarsih, Sumini, Suati, Sunarti, Tasripah. Mereka merasa kasus PT Semen Gresik tidak berpihak pada rakyat kecil.

Sundarsih, salah satu wanita yang menjadi korban kekerasan PT Semen Gresik mengaku adanya intimidasi dalam kasus Semen Gresik. ”Kami hanya rakyat kecil, kenapa malah dianiyaya oleh kepolisian,” ungkapnya.

Sundarsih sempat menangis ketika menceritakan peristiwa penganiayaan yang dialaminya. Dia menuturkan, pada tanggal 22 januari lalu, pihak Semen Gresik mendatangi Desa Sukolilo untuk mengusir warga yang berada disekitar wilayah Sukolilo yang rencananya akan dibuat pembangunan PT Semen Gresik. Namun warga yang menolak pembangunan tersebut mencoba menghadang aparat yang mencoba mengusir warga.

“Kami menghadang mereka bukan untuk menghalangi aparat, tetapi kami hanya ingin kepastian dari lurah Sukolilo bagaimana nasib kami jika sumber air yang selama ini jadi mata pencaharian kami di ubah menjadi lautan semen? Kami menolak pembangunan PT Semen Gresik,” cetusnya.

Dikhawatirkan dengan pembangunan PT Semen Gresik tersebut, mata pencaharian warga Sukolilo akan menghilang dan sumber mata pencaharian warga pun akan terganti akibat Pembangunan PT Semen Gresik.

”Kami hanya petani yang bekerja diladang, sawah, hutan yang bergantung pada sumber mata air di Desa kami,” ungkap Sudarsih.
Category: Dalam Negeri | Views: 295 | Added by: newstribune
Hot Seleb

Hak Cipta NewsPortal © 2026
Open Directory Project at dmoz.org

ANTARA Foto   Asia Pulse   AsiaNet   IMQ   OANA