Partai
Keadilan Sejahtera (PKS) mengaku siap dalam posisi apapun, entah itu
RI-1 atau RI-2. Karenanya PKS tidak ingin bersibuk-sibuk mengejar
posisi RI 1 atau RI 2, tapi akan lebih mengedepankan terwujudnya
gerakan moral dapat mempercepat reformasi internal dikalangan umat
Islam.
“Konstituen
PDIP harus dicermati serius, dengan koalisi PDIP - PKS akan menghapus
fragmentasi yang tajam antara nasionalis - religius. PKS tidak terlalu
ingin posisi RI 1 atau RI 2, PKS siap dalam posisi apapun,” ujar Wakil
Sekjen Bidang Politik DPP PKS, Zulkiflimansyah, dalam diskusi
Dialektika Demokrasi bertema Menghitung Ulang Peluang Capres Incumbent
di gedung DPR RI Jakarta, Jumat (30/1). Menurutnya,
jika dalam pemilu legislatif ternyata Golkar menang dan ada desakan di
Golkar untuk mencalonkan calon sendiri maka dinamikanya akan semakin
luas. “Mungkin calonnya bisa lebih dari 2 pasangan capres,” kata Zul. Sedangkan
jika PDIP perolehan suaranya jauh dari harapan dan Mega akhirnya tidak
maju sehingga PDIP memilih orang lain yang lebih muda dan segar maka
menurut Zulkiflimansyah pertarungan pilpres akan lebih menarik. “Ada
hal yang selama ini tidak kita sadari bahwa saat ini kita sedang
menghadapi krisis ekonomi global. Dengan kondisi seperti itu,
kemungkinan besar rakyat akan memilih pemimpin lain,” tukasnya.
|