Partai
Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menolak tudingan bahwa pihaknya
berniat “mengeroyok” Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pilpres
2009 dengan mengumpulkan sejumlah tokoh di PDIP.
“Tidak
ada niat untuk mengeroyok SBY, yang ada adalah mereka yang merasa
ditinggalkan SBY pada tahun 2005 membangun kekuatan politik dan
bermuara ke kubu Megawati. Tidak ada upaya kita untuk merajut mereka
agar mengeroyok SBY,” tegas Ketua DPP PDIP Effendi Simbolon dalam
diskusi Dialektika Demokrasi bertema Menghitung Ulang Peluang Capres
Incumbent di gedung DPR RI Jakarta, Jumat (30/1). Effendi
juga membantah jika dikatakan iklan PDIP menyerang pihak lain. “Iklan
kami tidak menyerang siapapun, kami hanya berinteraksi pada kinerjanya.
APBN 1000 trilyun apa yang sudah dihasilkan. Berbohong itu dosa, lalu
mengapa mempublikasikan data yang tidak valid,” tegasnya. Apa
yang dilakukan PDIP dalam beriklan, lanjutnya, selalu berdasarkan
obyektifitas yang terjadi di lapangan. “Tahun 2004-2009 terjadi
peningkatan APBN tetapi tidak diikuti dengan peningkatan kesejahteraan.
Sehingga jika partai pendukung pemerintah melakukan publikasi rasanya
kita perlu menyandingkan data yang disampaikan mereka,” ujarnya. Menurutnya,
PDIP lebih memilih fokus pada masalah sembako sedangkan program
pemerintah hanya merupakan program instant yang nilainya ratusan
trilyun. “Kami hanya menyuarakan apa yang dirasakan masyarakat. Apakah
ada penurunan harga sembako dan jasa yang turun. Harga turun hanya pada
saat menteri operasi pasar, setelah itu harganya naik lagi,” ungkap
Effendi.
|