Kamis, 13-Aug-2026, 3:19 AM



Welcome Guest | RSS
[ Main ] [ Registration ] [ Login ]
Site menu

News topics
Dalam Negeri
Luar Negeri
Ekonomi dan Bisnis
Olahraga
Entertainment
Serba-Serbi
Review
Sains dan Teknologi

Contreng 2009


Dana Kampanye Caleg Naik 10 Kali Lipat


Pelanggaran Pemilu PKS di Blora Disidangkan

Gus Dur: Afirmatif Bagi Perempuan Tak Akan Jalan

Partai Hanura Periksa Ulang DCT

PBR Usulkan Pemilu di NTT 8 April

Indeks

Main » 2009 » Januari » 31 » PDIP Bantah ‘Ngeroyok’ SBY
PDIP Bantah ‘Ngeroyok’ SBY
11:38 AM
simbolon.jpgPartai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menolak tudingan bahwa pihaknya berniat “mengeroyok” Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pilpres 2009 dengan mengumpulkan sejumlah tokoh di PDIP.

“Tidak ada niat untuk mengeroyok SBY, yang ada adalah mereka yang merasa ditinggalkan SBY pada tahun 2005 membangun kekuatan politik dan bermuara ke kubu Megawati. Tidak ada upaya kita untuk merajut mereka agar mengeroyok SBY,” tegas Ketua DPP PDIP Effendi Simbolon dalam diskusi Dialektika Demokrasi bertema Menghitung Ulang Peluang Capres Incumbent di gedung DPR RI Jakarta, Jumat (30/1).

Effendi juga membantah jika dikatakan iklan PDIP menyerang pihak lain. “Iklan kami tidak menyerang siapapun, kami hanya berinteraksi pada kinerjanya. APBN 1000 trilyun apa yang sudah dihasilkan. Berbohong itu dosa, lalu mengapa mempublikasikan data yang tidak valid,” tegasnya.

Apa yang dilakukan PDIP dalam beriklan, lanjutnya, selalu berdasarkan obyektifitas yang terjadi di lapangan. “Tahun 2004-2009 terjadi peningkatan APBN tetapi tidak diikuti dengan peningkatan kesejahteraan. Sehingga jika partai pendukung pemerintah melakukan publikasi rasanya kita perlu menyandingkan data yang disampaikan mereka,” ujarnya.

Menurutnya, PDIP lebih memilih fokus pada masalah sembako sedangkan program pemerintah hanya merupakan program instant yang nilainya ratusan trilyun. “Kami hanya menyuarakan apa yang dirasakan masyarakat. Apakah ada penurunan harga sembako dan jasa yang turun. Harga turun hanya pada saat menteri operasi pasar, setelah itu harganya naik lagi,” ungkap Effendi.
Category: Dalam Negeri | Views: 307 | Added by: newstribune
Hot Seleb

Hak Cipta NewsPortal © 2026
Open Directory Project at dmoz.org

ANTARA Foto   Asia Pulse   AsiaNet   IMQ   OANA