Kepala
Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Agustadi Sasongko Purnomo
berjanji akan segera memerintahkan seluruh Panglima Kodam untuk
mendalami peringatan Presiden Yudhoyono, sekaligus meminta seluruh
prajurit TNI untuk tidak main-main dengan netralitas.
"Saya
akan beritahukan kepada seluruh Panglima Kodam, agar jangan macam-macam
dengan netralitas TNI," katanya, usai membuka Rapat Pimpinan TNI AD
2009, Jum’at (30/19). Agustadi
menegaskan, jika ada anggota TNI yang tidak netral maka pihaknya tidak
segan-segan memberikan sanksi hingga berupa pemecatan. Hal
senada diungkapkan Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI
Subandrio yang meminta prajurit menghormati dan memegang teguh komitmen
netralitas. "Jangan sekali-kali dicerderai atau dinodai," katanya. Netralitas
TNI itu sudah final, dan merupakan pertaruhan dalam menjaga keutuhan
bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), tutur Subandrio. "Tidak
itu saja, netralitas juga penting untuk menjaga dan mempertahankan
soliditas TNI mulai terutama ditingkat satuan serta membangun
profesionalisme prajurit," ucap Kasau. Sementara
itu Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana Tedjo Edhy Purdijatno
mengemukakan, dinamika kehidupan nasional akan diwarnai dinamika
politik yang semakin meningkat seiring pentahapan proses Pemilu 2009. "Berkaitan
dengan hal tersebut agar seluruh prajurit TNI AL senantiasa menjaga
netralitas TNI pada pesta demokrasi tersebut," katanya
|