Kamis, 13-Aug-2026, 3:17 AM



Welcome Guest | RSS
[ Main ] [ Registration ] [ Login ]
Site menu

News topics
Dalam Negeri
Luar Negeri
Ekonomi dan Bisnis
Olahraga
Entertainment
Serba-Serbi
Review
Sains dan Teknologi

Contreng 2009


Dana Kampanye Caleg Naik 10 Kali Lipat


Pelanggaran Pemilu PKS di Blora Disidangkan

Gus Dur: Afirmatif Bagi Perempuan Tak Akan Jalan

Partai Hanura Periksa Ulang DCT

PBR Usulkan Pemilu di NTT 8 April

Indeks

Main » 2009 » Januari » 31 » Panglima: TNI Tetap Solid Jelang Pemilu
Panglima: TNI Tetap Solid Jelang Pemilu
10:35 PM
causa.gif
Sebagian alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) mempertanyakan rencana pemberian gelar doktor honoris causa (HC) kepada Jenderal (Purn) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dari Senat Guru Besar ITB dalam Dies Natalis pada 2 Maret 2009 karena tidak ada sumbangan keilmuan yang diberikan oleh Presiden RI itu.

Seperti dilansir kantor berita Antara, mantan mahasiswa dan aktivis ITB, Fadjroel Rahman menyatakan pemberian gelar menimbulkan cacat politik pada independensi ITB karena publik akan melihatnya sebagai bentuk dukungan kampus terhadap calon presiden mendatang.

"Saya menolak sekeras-kerasnya pemberian gelar doktor honoris causa ini. Apa kaitan SBY dengan keilmuan di ITB sehingga bisa mendapatkan gelar terhormat itu?" kata Fadjroel di Bandung, Jumat (30/1).

Ia mengatakan seseorang seharusnya bisa mendapatkan gelar itu karena keilmuannya namun gelar yang dimiliki SBY sama sekali tidak ada kaitannya dengan seluruh keilmuan yang ada di ITB.

"Sepertinya ada seseorang atau sekelompok orang yang sengaja mengaitkan jurusan keilmuan yang ada di ITB dengan SBY sehingga keputusan ini muncul," ujarnya.

Ia menuturkan Ir Sukarno mendapatkan doktor honoris causa dari ITB karena sumbangan keilmuan teknik sipilnya, terlebih latar belakangnya memang teknik sipil ITB, sedangkan Hamka memperoleh doktor honoris causas dari Al Azhar Mesir karena memang ia ilmu agama.

"Kasat mata saja tak ada kaitan keilmuan di ITB dengan `ilmunya` SBY dan ini hanya petualangan politik saja," ujar Fadjroel.

Mantan alumni ITB lainnya, Adamsyah Wahab menyayangkan pemberian gelar doktor honoris causa kepada Yudhyono dan mensinyalir ada keinginan tertentu dari sejumlah pejabat ITB.

"Apa ada hubungannya keilmuan yang dimiliki SBY dengan ITB dan jawabannya tentu saja tidak karena ilmu pemberantasan korupsi tidak ada di kampus kami," katanya.

Adam menangkap ada rumor yang beredar di seputar isu itu yang menyebutkan pemberian gelar ini dilakukan hanya karena ada keinginan dari petinggi ITB untuk menjadi menteri jika Yudhoyono terpilih kembali.

"Kami sangat kecewa dengan keputusan ini, terlebih mendekati masa Pemilu 2009 sehingga kentara sekali pemberian ini bernuansa politis," katanya.

Alumni ITB lainnya, Aris Ariyanto mengaku terkejut mendengar kabar itu,  "Jika memang yang menjadi pertimbangan adalah dia menjabat sebagai presiden, prestasi mana yang membuat menjadi pantas."

"Kalau prestasinya hanya menurunkan harga BBM apakah memang itu yang menjadi pertimbangan," katanya.

Ketiga alumni ITB dari angkatan yang berbeda tersebut meminta agar Senat Guru Besar membatalkan keputusan tersebut karena dinilai cacat politik dan cacat keilmuan bagi nama besar ITB sehingga akan merusak nama baik ITB.

Adamsyah yang duduk di kepengurusan Ikatan Alumni ITB bahkan berencana membuat petisi menyangkut rencana pemberian gelar doktor honoris causa kepada Yudhoyono ini.
Category: Dalam Negeri | Views: 289 | Added by: newstribune
Hot Seleb

Hak Cipta NewsPortal © 2026
Open Directory Project at dmoz.org

ANTARA Foto   Asia Pulse   AsiaNet   IMQ   OANA