Kamis, 13-Aug-2026, 8:14 AM



Welcome Guest | RSS
[ Main ] [ Registration ] [ Login ]
Site menu

News topics
Dalam Negeri
Luar Negeri
Ekonomi dan Bisnis
Olahraga
Entertainment
Serba-Serbi
Review
Sains dan Teknologi

Contreng 2009


Dana Kampanye Caleg Naik 10 Kali Lipat


Pelanggaran Pemilu PKS di Blora Disidangkan

Gus Dur: Afirmatif Bagi Perempuan Tak Akan Jalan

Partai Hanura Periksa Ulang DCT

PBR Usulkan Pemilu di NTT 8 April

Indeks

Main » 2009 » Februari » 3 » JMS Rekomendasi Penyelamatan Lingkungan
JMS Rekomendasi Penyelamatan Lingkungan
2:44 AM

Banda Aceh - Jaringan Masyarakat Sipil (JMS) mengeluarkan beberapa rekomendasi dalam rangka penyelamatan lingkungan. Di antaranya meminta Kapolda untuk segera menangkap pelaku pembalakan liar, menyosialisasikan program Green Vision, melakukan proses pemberdayaan masyarakat yang berwawasan lingkungan serta membuat blue print kehutanan.

Rekomendasi ini dikeluarkan setelah melakukan pemantauan situasi dan analisis situasi Aceh dalam kurun waktu 2008. Rekomendasi disampaikan JMS untuk perdamaian yang terdiri dari La Kaspia, AJMI, Aceh Institute, SP Aceh, ASOH Meulaboh, Lspena, EPC, MASKOT Langsa, BIMA Bireuen, Somasi Aceh Selatan & AJA institute. Rekomendasi dibacakan bergantian oleh Razikin (Aceh Institut), Edy (ASOH Meuloboh) dan Nidar (SP Aceh).

Razikin mengatakan JMS telah melakukan penelitian dan pengumpulan data selama tahun 2008. "Data primer kami peroleh dari investigasi langsung lapangan dan riset media"katanya. Sehingga JMS mengeluarkan beberapa rekomendasi untuk menyelamatkan lingkungan Aceh dari kehancuran.

Edy meminta kepada Kapolda untuk menangkap pelaku pembalakan liar, penebang hutan lindung dan pihak-pihak yang menampung serta membekingi praktek penebangan hutan terutama di kawasan Barat-Selatan.

"Serta program Aceh Green harus disosialisasikan di level bawah karena sosialisasi di level tersebut jauh lebih penting dibandingkan dengan sosialisasi di masyarakat Internasional"ujar Edy.

Ia juga meminta Pemerintah Aceh, Dinas Kehutanan dan BKSDA mengkaji lebih mendalam terhadap proses pemberdayaan masyarakat yang tidak berwawasan lingkungan seperti pembangunan perkebunan sawit, karena diyakini perkebunan ini terlalu banyak menimbulkan ekses yang kurang baik. "Seperti berkurangnya serapan air dan banyaknya pupuk kimia yang digunakan," ujarnya.

Nidar dari SP Aceh meminta blue print kehutanan disosialisasikan kepada masyarakat.  " Blue print tentang pengelolaan hutan Aceh yang berisi peta lokasi hutan lindung, hutan adat dan hutan sekunder yang bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh," ujarnya.

Rekomendasi juga meminta BKSDA Aceh agar lebih meningkatkan kinerjanya dengan bekerja sama semua pihak terutama LSM atau NGO yang memiliki kapasitas dan kepedulian terhadap SDA.
Category: Dalam Negeri | Views: 298 | Added by: newstribune
Hot Seleb

Hak Cipta NewsPortal © 2026
Open Directory Project at dmoz.org

ANTARA Foto   Asia Pulse   AsiaNet   IMQ   OANA