Banda Aceh - Jaringan
Masyarakat Sipil (JMS) mengeluarkan beberapa rekomendasi dalam rangka
penyelamatan lingkungan. Di antaranya meminta Kapolda untuk segera
menangkap pelaku pembalakan liar, menyosialisasikan program Green
Vision, melakukan proses pemberdayaan masyarakat yang berwawasan
lingkungan serta membuat blue print kehutanan.
Rekomendasi
ini dikeluarkan setelah melakukan pemantauan situasi dan analisis
situasi Aceh dalam kurun waktu 2008. Rekomendasi disampaikan JMS untuk
perdamaian yang terdiri dari La Kaspia, AJMI, Aceh Institute, SP Aceh,
ASOH Meulaboh, Lspena, EPC, MASKOT Langsa, BIMA Bireuen, Somasi Aceh
Selatan & AJA institute. Rekomendasi dibacakan bergantian oleh
Razikin (Aceh Institut), Edy (ASOH Meuloboh) dan Nidar (SP Aceh). Razikin
mengatakan JMS telah melakukan penelitian dan pengumpulan data selama
tahun 2008. "Data primer kami peroleh dari investigasi langsung
lapangan dan riset media"katanya. Sehingga JMS mengeluarkan beberapa
rekomendasi untuk menyelamatkan lingkungan Aceh dari kehancuran. Edy
meminta kepada Kapolda untuk menangkap pelaku pembalakan liar, penebang
hutan lindung dan pihak-pihak yang menampung serta membekingi praktek
penebangan hutan terutama di kawasan Barat-Selatan. "Serta
program Aceh Green harus disosialisasikan di level bawah karena
sosialisasi di level tersebut jauh lebih penting dibandingkan dengan
sosialisasi di masyarakat Internasional"ujar Edy. Ia
juga meminta Pemerintah Aceh, Dinas Kehutanan dan BKSDA mengkaji lebih
mendalam terhadap proses pemberdayaan masyarakat yang tidak berwawasan
lingkungan seperti pembangunan perkebunan sawit, karena diyakini
perkebunan ini terlalu banyak menimbulkan ekses yang kurang baik.
"Seperti berkurangnya serapan air dan banyaknya pupuk kimia yang
digunakan," ujarnya. Nidar
dari SP Aceh meminta blue print kehutanan disosialisasikan kepada
masyarakat. " Blue print tentang pengelolaan hutan Aceh yang berisi
peta lokasi hutan lindung, hutan adat dan hutan sekunder yang bisa
dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh,"
ujarnya. Rekomendasi
juga meminta BKSDA Aceh agar lebih meningkatkan kinerjanya dengan
bekerja sama semua pihak terutama LSM atau NGO yang memiliki kapasitas
dan kepedulian terhadap SDA.
|