Kamis, 13-Aug-2026, 10:18 AM



Welcome Guest | RSS
[ Main ] [ Registration ] [ Login ]
Site menu

News topics
Dalam Negeri
Luar Negeri
Ekonomi dan Bisnis
Olahraga
Entertainment
Serba-Serbi
Review
Sains dan Teknologi

Contreng 2009


Dana Kampanye Caleg Naik 10 Kali Lipat


Pelanggaran Pemilu PKS di Blora Disidangkan

Gus Dur: Afirmatif Bagi Perempuan Tak Akan Jalan

Partai Hanura Periksa Ulang DCT

PBR Usulkan Pemilu di NTT 8 April

Indeks

Main » 2009 » Februari » 3 » PSK Di Jalintim, OKI Sulit Teratasi
PSK Di Jalintim, OKI Sulit Teratasi
2:48 AM
Kayuagung-OKI - Pekerja Seks Komersial (PSK) yang kerap mangkal dan menghiasi sepanjang Jalan Lintas Timur (Jalintim) saat ini terus menjadi sorotan Dinas Sosial (Dinsos) Kab. Ogan Komering Ilir (OKI). Namun dengan begitu Dinsos Kab OKI mengaku kewalahan menertibkan PSK yang diperkirakan saat ini dapat bertambah jumlahnya.

Kepala Dinsos  Kab. OKI, Drs Rahman Rusdi melalui Sekretaris Dinsos Kab OKI, Sundari SE, Selasa (3/2) diruang kerjanya, mengatakan bahwa dari data yang tercatat di tahun 2008, jumlah PSK yang berada di lokasi Jalintim jumlahnya hanya 25 orang. Namun meskipun demikian tetap saja sangat menyulitkan pihaknya untuk melakukan penertiban.

Sundari yang juga didampingi Kasi K3 Sosial, Agus Mujianto, juga mengatakan untuk permasalahan penertiban PSK tersebut, pihaknya telah beberapa kali melakukan penyisiran  di sepanjang Jalintim dan melakukan tindakan terhadap TSK yang tertangkap basah berada dilokasi tersebut.

Selain penertiban yang terus dilakukan, Dinsos Kab OKI juga sering kali melakukan penyuluhan dan pelatihan kepada para PSK tersebut agar dapat beralih profesi. Akan tetapi, tambah Sundari, upaya penertiban yang mereka lakukan tersebut hingga kini belum juga dapat membuahkan hasil yang positif.

Bukan hanya itu, Sundari menambahkan pihaknya juga sudah beberapa kali memulangkan PSK yang terjaring razia Dinsos Kab OKI ke kampung halamannya masing-masing. Sayangnya, usaha tersebut juga belum mampu mengatasi permasalahan keberadaan PSK tersebut dikarenakan PSK yang berjumlah hampir 25 orang tersebut tak lama kemudian akan kembali ke lokasi prostitusi untuk menjual diri kembali.

“Tahun 2008 kemarin, para PSK tersebut kami tampung di kantor untuk di ajarkan keterampilan menjahit dan lainnya. Namun usaha tersebut tetap saja sia-sia, selain sikap mereka yang tidak mau diatur, tidak adanya tempat khusus untuk menampung dan memberikan pelatihan kepada PSk tersebut juga menjadi permasalahan saat ini,” jelas Sundari.

Atas dasar itulah, tahun anggaran ini Dinsos Kab OKI telah mengusulkan kepada DPRD Kab OKI agar menggangarkan dana khusus untuk pembangunan tempat penampungan PSK, gelandangan dan pengemis (gepeng) serta juga orang gila
Category: Dalam Negeri | Views: 388 | Added by: newstribune
Hot Seleb

Hak Cipta NewsPortal © 2026
Open Directory Project at dmoz.org

ANTARA Foto   Asia Pulse   AsiaNet   IMQ   OANA