Kamis, 13-Aug-2026, 8:14 AM



Welcome Guest | RSS
[ Main ] [ Registration ] [ Login ]
Site menu

News topics
Dalam Negeri
Luar Negeri
Ekonomi dan Bisnis
Olahraga
Entertainment
Serba-Serbi
Review
Sains dan Teknologi

Contreng 2009


Dana Kampanye Caleg Naik 10 Kali Lipat


Pelanggaran Pemilu PKS di Blora Disidangkan

Gus Dur: Afirmatif Bagi Perempuan Tak Akan Jalan

Partai Hanura Periksa Ulang DCT

PBR Usulkan Pemilu di NTT 8 April

Indeks

Main » 2009 » Februari » 4 » Ekonomi Indonesia Mengalami Hard Landing
Ekonomi Indonesia Mengalami Hard Landing
10:30 PM

Jakarta - Akibat percaya diri yang berlebihan, ekonomi Indonesia akhirnya mengalami hard landing (mendarat dengan benturan).


“Pertumbuhan ekonomi 2009 kemungkinan akan merosot dari 6 % di tahun 2008 menjadi 3,5 % di tahun 2009,” ujar Hendri ketika ditemui di acara Econit Ekonomi Outlook 2009 yang berlangsung di ballroom hotel Mulia, Jakarta selatan.

Jika kenaikan tingkat bunga dan pengetatan likuiditas berlanjut maka tidak mungkin ekonomi Indonesia mengalami crash seperti 10 tahun yang lalu, hal ini disebabkan krisis ekonomi global yang berkepanjangan.

Hal ini mengakibatkan gelembung-gelembung financial kian membesar, yang tak kala menjadi rentan terhadap gejolak ekonomi dunia. “Buat apa melakukan inflasi secara langsung, kecuali ada infrastruktur yang mendukung untuk jangka panjang,” kata Rizal Ramli saat menghadiri Econit Ekonomi Outlook 2009.

Disinggung mengenai kinerja pemerintahan SBY-JK, Rizal menilai bahwa pemerintahan ini telah gagal dalam menanggulangi krisis ekonomi global karena lebih mengutamakan sektor finansial dibandingkan sektor real.

Kebijakan stimulus yang di lakukan oleh beberapa Negara maju nampak sering dikaitkan dengan kewajiaban untuk menggunakan produk dalam negeri. Sehingga proteksionisme terhadap negara-negara berkembang mengakibatkan negra tersebut menjadi melemah, sama seperti yang dialami oleh bangsa Indonesia saat ini.

Dapat diketahui ada 4 motor pertumbuhan ekonomi, 3 diantaranya ekspor, investasi, dan konsumsi swasta yang mengalami pengkerutan ekonomi Indonesia yang cukup besar di tahun 2009. pengkerutan ekonomi Indonesia yang cukup besar saat ini diakibatkan sulitnya mempertahankan tingkat konsumsi, aliran modal yang keluar dan penurunan harga komoditi produk tambang.

“Dari segi daya beli kita ketahui tahun 2008 sudah terpangkas, yakni pada tahun 2007 inflasi mencapai 11,3 %, sedangkan pada tahun 2008 inflasi mencapai 16,5 %,” ungkap Hendri.
Category: Ekonomi dan Bisnis | Views: 320 | Added by: newstribune
Hot Seleb

Hak Cipta NewsPortal © 2026
Open Directory Project at dmoz.org

ANTARA Foto   Asia Pulse   AsiaNet   IMQ   OANA