Padang - Banyaknya
atribut parpol yang bertebaran di sepanjang jalan Kota Padang, membuat
pihak Panwaslu Sumbar merasa kewalahan dalam menertibkannya. Panwas pun
meminta KPUD pro aktif mensosialisasikan pemasangan atribut ke peserta
Pemilu 2009.
Aldri
Frinaldi, anggota Panwaslu Sumbar, meminta ke pada KPUD agar lebih
aktif dalam mensosialisasikan tata cara pemasangan atribut dan alat
peraga kampanye ke para peserta Pemilu 2009. “Karena
sampai hari ini masih banyak para caleg yang tidak mengetahui tata cara
pemasangan alat peraga kampanye, hal ini terbukti dengan masih
banyaknya Caleg yang melakukan pelanggaran,” ujarnya di Padang, Rabu
(4/2). Panwaslu
juga masih terus menerima laporan dari masyarakat tentang pemasangan
alat peraga yang terpasang di halaman sekolah, rumah ibadah dan
sepanjang jalur hijau. Dengan
telah banyaknya pelanggaran dan laporan dari masyarakat ke Panwaslu,
pihaknya menghimbau kepada KPU sumbar agar lebih pro aktif dalam
melakukan himbauan serta mensosialisasikan tentang peraturan, tata
tertib dan cara pemasangan atribut/baliho caleg, sehingga tidak
menganggu estetika/ etika dan kebersihan Kota Padang. Aldri
juga merasa heran dengan para caleg peserta Pemilu yang melakukan
pemasangan Baliho kampanye. “Mereka bukanlah orang baru yang pertama
kali berkecimpung dalam kancah perpolitikan. Apalagi yang dilaporkan
masyarakat dan tindakan pencopotan baliho kampanye yang dilakukan
Panwaslu Sumbar, karena melanggar peraturan, adalah orang-orang lama.
Bahkan mantan Bupati, Anggota DPR-RI dan yang lainnya,” ujarnya. Seakan-akan
pelanggaran tersebut dilakukan secara sengaja oleh para caleg, pihaknya
tidak mengetahui apakan hal tersebut dilakukan hanya untuk menilai
sampai sejauhmana keberanian dan tindakan tegas dari Panwaslu Sumbar,
pungkasnya.
|